Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mahasiswa KKN UNTIDAR Gelar Sosialisasi Bullying di MTs Ma’arif Rohmatullah Cokro, Edukasi Siswa Cegah Kekerasan Verbal

Mahasiswa KKN UNTIDAR Gelar Sosialisasi Bullying di MTs Ma’arif Rohmatullah Cokro, Edukasi Siswa Cegah Kekerasan Verbal

  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026

BNews-MAGELANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (UNTIDAR) 2026 menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan verbal bagi siswa kelas VIII MTs Ma’arif Rohmatullah Cokro, Senin (19/01/2026).

Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan edukatif sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar siswa.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying kerap terjadi tanpa disadari karena dianggap sekadar candaan. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan tekanan mental berkepanjangan bagi korban.

Bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal seperti ejekan, hinaan, hingga pemberian julukan buruk yang berdampak pada menurunnya rasa percaya diri dan semangat belajar siswa.

Rita selaku kesiswaan MTs Ma’arif Rohmatullah Cokro mengatakan, siswa pelajar ini rawan akan hal tersebut. “Siswa-siswi yang berusia remaja ini rawan menjadi pelaku dan korban bullying, sehingga sosialisasi tersebut tepat sasaran,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying yang sering muncul dalam pergaulan sehari-hari. Pemahaman ini membantu mereka membedakan candaan sehat dengan tindakan yang berpotensi menyakiti teman sebaya.

Metode Interaktif dan Edukatif

Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, permainan peran, serta sesi tanya jawab. Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami materi karena disampaikan secara komunikatif dan melibatkan partisipasi aktif.

Mahasiswa KKN juga memaparkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari kekerasan verbal terhadap kondisi psikologis korban. Berbagai contoh situasi nyata turut diberikan agar siswa mampu membayangkan perasaan tidak nyaman yang dialami korban.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, siswa dilatih berani berbicara dan melapor ketika melihat tindakan bullying di lingkungan sekolah. Keberanian tersebut dinilai menjadi langkah awal mencegah perilaku negatif berkembang lebih luas.

Untuk menumbuhkan empati, siswa mengikuti simulasi sederhana dengan merasakan posisi sebagai korban. Pengalaman tersebut diharapkan membuat mereka lebih peka terhadap perasaan orang lain saat berinteraksi.

Bangun Komitmen Tolak Bullying

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang positif dalam pergaulan sehari-hari. Pilihan kata yang baik dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang harmonis serta hubungan pertemanan yang sehat.

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN bersama siswa menyusun komitmen bersama untuk menolak segala bentuk bullying dan kekerasan verbal. Mereka mengusung slogan “Be a Buddy, not a bully” sebagai pengingat untuk saling menjaga sikap dan perkataan.

Melalui sosialisasi tersebut, siswa kelas VIII diharapkan dapat menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang aman, ramah, dan saling menghormati, sekaligus menyebarkan perilaku positif di lingkungan pendidikan. (adv)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less