Ngamar di Hotel, Dua Siswa SMK di Purworejo Digrebeg Satpol PP

BNews–PURWOREJO– Siang bolong sepasang muda-mudi diamankan Satpol PP sedang asik di sebuah kamar hotel kelas melati di Purworejo kemarin (25/6/2020). Ternyata, keduanya masih berstatus pelajar kelas XI dan XII di sebuah SMK Swasta di Purworejo.

Saat dipergoki mereka berduaan di sebuah kamar hotel. Namun, kepada petugas mereka berkali-kali mengelak telah melakukan tindakan asusila.

Keduanya yang berasal dari sekolah yang sama kompak berdalih dengan alasan tak masuk akal. Mereka mengaku menyewa kamar hotel untuk mengerjakan tugas sekolah karena R sedang tidak enak badan.

Setelah diintrogasi cukup lama dan dilakukan serangkaian pemeriksaan di Kantor Satpol PP Damkar, akhirnya keduanya mengaku telah berhubungan badan. Petugas juga dibuat kaget karena dalam pengakuannya, R dan P menyebut telah melakukan perbuatan layaknya suami istri tersebut berkali-kali.

Mereka mengaku sekali ngamar membayar tarif hotel Rp100 ribu. Tindak asusila itu dilakukan atas dasar suka-sama suka karena keduanya telah menjalin hubungan pacaran.

Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo melalui Endang Muryani mengungkapkan bahwa keduanya dipergoki petugas saat melakukan razia hotel. Hal itu sebagai upaya penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

Pihaknya menyayangkan kedua pelajar yang justru memanfaatkan masa belajar di rumah untuk melakukan perbuatan terlarang di hotel. “Kami sangat prihatin dan menyanyangkan, mereka yang masih usia pelajar sudah mengenal hotel. Apalagi berdasarkan pengakuan mereka, perbuatan seperti ini sudah dilakukan berkali-kali,” ungkapnya.

Loading...
DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN GRATIS MUDAH (KLIK DISINI)

Guna memberikan efek jera, keduanya selanjutnya diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Pihak sekolah dan orang tua kedua pelajar juga dihadirkan agar selanjutnya dapat memberikan pembinaan lebih lanjut.

“Untuk kali ini pembinaan lebih lanjut kita serahkan kepada pihak sekolah dan orang tua masing-masing. Kalau nanti diketahui masih mengulangi perbuatan yang sama, di hotel manapun, mereka akan kita tindak lebih tegas secara yustisi ke ranah pengadilan,” jelasnya.

Lebih lanjut Endang menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya sekolah dan orang tua, agar dapat melakukan pengawasan terhadap anak secara ketat. Kepada pihak pengelola hotel diharapkan dapat selektif dalam menerima tamu.

“Pasangan bukan suami istri, apalagi muda-mudi atau pelajar seperti ini, jangan diizinkan menginap,” pungkasnya. (*/Dek)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: