KNPI Magelang Tinjau Carut Marut Data Bansos Covid di Tingkat Desa

BNews–MUNGKID– Masa Tanggap Darurat Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang resmi diperpanjang sejak tanggal 30 Mei 2020. Kebijakan ini senada dengan harapan DPD KNPI Kabupaten Magelang.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Magelang beraggapan bahwa masih dirasakannya dampak Covid-19 di masyarakat. Hal itu terutama yang sangat terasa adalah dalam hal menurunnya kondisi ekonomi. Selain itu masih terdapat sebagian warga yang belum merasakan bantuan pemerintah akibat pandemi ini,” ungkap Ketua DPD KNPI Kabupaten Magelang, Ariyanto (8/6/2020).

Melihat keadaan ini KNPI turun langsung untuk mencari informasi keadaan sebenarnya. “Kami melakukan random sampling untuk mencari informasi ke beberapa desa. Kami ketemu langsung dengan Kepala Desa dan Perangkatnya,” ungkapnya.

Dalam kunjungan KNPI tersebut didampingi beberapa perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) serta beberapa mahasiswa. Mereka mengunjungi beberapa desa yang dipilih secara acak.

Menurutnya, dengan bertemu langsung pihak terkait maka bisa mendapatkan informasi yang jelas dan pasti. Dan hasilnya pihaknya menemukan beberapa fakta menarik di lapangan terkait Bantuan Sosial dari Pemerintah.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Hal menarik yang kami temukan antara lain dimana data yang diminta oleh pusat maupun provinsi sudah diserahkan dan diverifikasi. Namun tidak semua usulan muncul dalam daftar penerima manfaat,” ujarnya.

Mereka mengunjungi Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan, dan masih didapati dua orang perangkat yang masuk daftar penerima. Menurut Slamet Widjayani Kades Sukorejo, pihaknya tidak merasa mengusulkan dua perangkatnya sebagai calon perima bantuan.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

“Sementara itu dua orang perangkat yang terdaftar sebagai penerima manfaat tersebut secara sadar mengembalikan bantuan tersebut dan membuat berita acara pengembalian,” ungkap Ariyanto.

Uniknya lagi, lanjut Ariyanto menuturkan masih ditemukan data empat nama calon penerima bantuan yang setelah diverifikasi ternyata sudah meninggal. “Saat itu pihak Desa Sukorejo sudah melaporkan ke TKSK setempat. Dan akan segera ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Ariyanto juga akan merencanakan jajaran 21 DPK KNPI se Kabupaten Magelang akan membangun komunikasi dengan pemerintah desa. “Hal ini bertujuan untuk membantu memastikan bantuan bisa dirasakan oleh masyadakat terdampak Covid-19 sesuai prinsip keadilan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu KNPI memberikan apresiasi pula kepada pemerintah Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan dan Desa Margoyoso Kecamatan Salaman. Mereka dinilai sigap dalam upaya mengatasi pandemi covid-19 dan memberlakukan manajemen informasi yang terbuka untuk warganya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: