Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Terungkap! Komoditas Ini Paling Diburu dalam Temu Bisnis TPID Jateng, Beras Bukan Satu-satunya

Terungkap! Komoditas Ini Paling Diburu dalam Temu Bisnis TPID Jateng, Beras Bukan Satu-satunya

  • calendar_month 11 jam yang lalu

BNews-JATENG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker (pembeli) bahan pokok penting (bapokting) dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/6/2026).

Acara itu dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Nur Nugroho, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pertemuan antara produsen dan offtaker menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas inflasi di Jawa Tengah yang selama ini relatif terkendali. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, produsen, dan pelaku distribusi pangan perlu terus diperkuat agar ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga.

“Harapannya terjadi kerja sama di antara para bupati/walikota, produsen, dan offtaker yang ada, sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok penting bagi masyarakat terkendali, outputnya adalah inflasi di Jawa Tengah bisa terjaga,” katanya.

Luthfi menegaskan Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, hasil produksi pangan di daerah harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah terlebih dahulu sebelum dipasarkan ke provinsi lain.

Menurutnya, distribusi pangan antardaerah perlu dioptimalkan melalui kerja sama dan penguatan jaringan distribusi agar pasokan bahan pokok dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Nur Nugroho, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga sebagaimana yang dicanangkan dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Ia mengatakan temu bisnis ini dirancang untuk mempertemukan produsen bahan pangan pokok dengan offtaker sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan mampu menekan gejolak harga di pasar.

“Yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari efisiensi distribusi itu. Kita coba pertemukan para produsen bahan pangan pokok dengan offtaker,” katanya.

Melalui pertemuan tersebut, para offtaker diharapkan dapat menyerap hasil produksi pangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk kemudian dipasarkan kembali ke wilayah yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus mengendalikan harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Dalam temu bisnis tersebut, komoditas beras menjadi yang paling banyak diminati dengan 30 peminat, disusul cabai sebanyak 25 peminat, minyak goreng 24 peminat, bawang merah 13 peminat, jagung empat peminat, dan telur tiga peminat.

Dari sisi produsen, komoditas cabai menjadi yang paling banyak ditawarkan dengan kehadiran 33 produsen. Selanjutnya terdapat 28 produsen beras, 25 produsen jagung, 20 produsen bawang merah, empat produsen telur ayam, dan dua produsen minyak goreng.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

*”Mudah-mudahan dari pertemuan antara produsen dan offtaker ini dicapai transaksi ataupun komitmen untuk melakukan kerjasama perdagangan. Untuk mendukung itu kami juga buatkan database-nya supaya koordinasi dengan TPID bisa lebih optimal,” jelasnya.

Secara kewilayahan, Kabupaten Klaten dan Kota Semarang tercatat memiliki potensi kebutuhan kerja sama terbesar dari sisi offtaker; dengan masing-masing 11 potensi kerja sama. Sementara Banjarnegara, Banyumas, Kendal, dan Wonosobo masing-masing memiliki tujuh potensi kerja sama.

Dari sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan menjadi daerah dengan potensi kerja sama tertinggi, masing-masing mencapai sembilan potensi kerja sama. Disusul Kabupaten Batang dan Brebes yang masing-masing memiliki tujuh potensi kerja sama.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang untuk komoditas beras.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antardaerah di wilayah Banyumas Raya yang mencakup komoditas cabai, beras, jagung; bawang merah, dan minyak goreng.

Melalui penguatan kerja sama antardaerah serta sinergi antara produsen dan offtaker, TPID Jawa Tengah berharap distribusi pangan semakin efisien; pasokan tetap terjaga, dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less