IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Konsep Musrenbang Keliling, Jadi kunci Jateng Raih Penghargaan PPD dari Presiden

BNews–SEMARANG – Ada tiga aspek penilaian yang menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) terbaik di seluruh Indonesia. Tiga hal itu yakni, kualitas perencanaan, kinerja capaian serta inovasi yang dilakukan dalam satu tahun terakhir.

Pada Kamis (9/5/2019) kemarin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan diserahkan dalam gelaran Musrenbangnas di Jakarta. Ada tiga indikator penilaian yang dilakukan oleh tim Bappenas, yakni kualitas perencanaan, kinerja capaian serta inovasi.

Untuk indikator penilaian dari sisi perencanaan memiliki persentase 40 persen, kinerja capaian 40 persen dan inovasi sebesar 20 persen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan konsep perencanaan pembangunan yang selama ini diterapkan Pemprov Jateng ternyata jadi senjata andalan untuk meraih penghargaan ini.

Karena dalam hal perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah dirinya tidak sekadar menunggu usulan dari kabupaten/kota tapi langsung jemput bola dengan melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) keliling di enam eks Keresidenan dengan daerah pelaksanaan tiap kabupaten/kota yang dilakukan secara bergilir.

Loading...

“Perencanaan kita memang yang paling berbeda, karena kita datang ke enam eks keresidenan, kita mengajak partisipasi sebanyak-banyaknya masyarakat untuk ikut. Kelompok-kelompok masyarakat kita dahulukan untuk menyampaikan usulan yakni dari kelompok perempuan, disabilitas, kelompok anak dan forum OSIS,” katanya, Jumat (10/5/2019).

Selain berburu usulan dengan keliling ke enam eks Keresidenan tersebut, di Jawa Tengah masyarakat juga bisa memberi usulan pembangunan via elektronik, lewat situs, email, SMS maupun media sosial. Dengan dibukanya banyak kanal tersebut, tingkat partisipasi masyarakat Jawa Tengah dalam pembangunan dinilai sangat tinggi.

“Perencanaan yang partisipatif, pelaksanaan yang sesuai dengan target dan hasil-hasil yang mempengaruhi beberapa indikator, di antaranya penurunan kemiskinan dan angka kematian ibu melahirkan,” kata Ganjar.

Bagi Ganjar, pola seperti itu menjadi bagian yang mesti dipertahankan dan terus perbaiki. Agar pola penyusunan penganggaran bisa seperti ini seterusnya, sehingga aspek partisipasi masyarakat muncul, target capaian bisa didesain dari perencanaan, eksekusinya sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dalam RPJMD.

“Sehingga ini akan mendongkrak yang tidak baik jadi baik sehingga bisa memperbaiki kondisi masyarakat. Maka dari sisi perencanaan dan management pengelolaan keuangan jadi terkontrol,” katanya.

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang dan Pemkab Temanggung juga menerima penghargaan serupa. Kota Lumpia Semarang menempati peringkat pertama pada tingkat pemerintah kota dengan Perencanaan Pembangunan Daerah, sementara Kabupaten Temanggung pada tingkat Pemerintah Kabupaten jadi terbaik nomor dua.

“Saya senang kali ini Provinsi Jawa Tengah memborong. Kita harapkan ini jadi inspirasi kita dan kabupaten lain di Jawa Tengah untuk kita sharing pengalaman bagaimana perencanaan yang baik itu,” katanya.

Jika sharing proses perencanaan tersebut dilakukan merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, Ganjar optimistis pemerataan kemajuan bakal diperoleh. Dan target-target bisa tercapai tidak hanya output dari pengerjaan program, tapi juga outcome.

“Sehingga agregat perencanaan, pelaksanaan dan inovasi sebenarnya akan menjadi perbaikan performance Jawa Tengah secara keseluruhan, misalnya dalam hal penurunan kemiskinan dan penurunan angka ibu melahirkan,” kata Ganjar. (lhr/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: