Korsel Sebut Korut Beri Dukungan Untuk Palestina Lawan Israel
- calendar_month Rab, 8 Nov 2023

Kelompok baru pejuang palestina bersenjata ditakuti Israel_Foto/Lions Den/Telegram
BNews-NASIONAL- Badan Intelijen Korea Selatan, disebutkan dalam laporan dari The Korean Herald, baru-baru ini ; mengungkapkan bahwa Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah memberikan dukungan kepada Palestina pasca perang antara Hamas dan Israel.
Dalam sebuah rapat yang dilakukan oleh Majelis Nasional pada tahun 2023, Direktur Badan Intelijen Nasional, Kim Kyou-hyun; mengungkapkan kepada anggota parlemen bahwa Korea Utara telah memberikan instruksi untuk memberikan; dukungan kepada Palestina.
Tujuan dari dukungan ini dilaporkan adalah untuk memperoleh manfaat dari perang yang sedang berlangsung.
Selain itu, kepala intelijen Korea Selatan juga menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa Korea Utara diduga terlibat; dalam perdagangan senjata dengan kelompok militan.
Ini menunjukkan bahwa Korea Utara tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga terlibat dalam aktivitas yang dapat memperkuat kelompok-kelompok tersebut secara militer.
Namun, kepala intelijen juga mengungkapkan bahwa Rusia diduga telah menyediakan teknologi yang dapat membantu; Korea Utara dalam meluncurkan satelit mata-mata.
Ini menjadi penting karena sebelumnya Korea Utara mengalami kegagalan dua kali dalam meluncurkan satelit; mata-mata pada awal tahun ini. Dengan bantuan teknologi dari Rusia, peluang Korea Utara untuk berhasil meluncurkan satelit tersebut meningkat.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Selain itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Korea Utara telah memasok senjata ke Rusia untuk mendukung perang melawan Ukraina. Senjata-senjata tersebut termasuk peluru artileri dan senjata lainnya yang dikirim melalui laut sejak bulan Agustus.
Dalam sebuah audit yang dilakukan oleh Partai Kekuatan Rakyat dan Partai Demokrat Korea, dibentuk sebuah komite untuk menyelidiki kekhawatiran terkait keamanan siber seputar Komisi Pemilihan Umum Nasional.
Hal ini menjadi urgensi karena pemilihan umum tinggal enam bulan lagi. Badan Intelijen Korea telah melakukan; evaluasi keamanan siber bersama dengan Badan Internet dan Keamanan Korea selama periode tertentu; dan ditemukan adanya kemungkinan untuk membobol database pemilih yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum Nasional.
Selain itu, juga ditemukan kemungkinan adanya pemalsuan surat suara tambahan dan manipulasi hasil pemilihan.
Dalam rangka menghadapi tantangan keamanan ini, Korea Selatan harus meningkatkan langkah-langkah keamanannya; dan melibatkan pihak yang berwenang untuk mencegah ancaman siber yang mungkin terjadi pada pemilihan umum mendatang. Tindakan ini akan memastikan keabsahan dan kepercayaan terhadap hasil pemilihan yang dihasilkan. (*/The Korean Herald)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar