Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kurangi Angka Anak Putus Sekolah: KMPP Kabupaten Magelang Melakukan Rekonfirmasi Data ATS

Kurangi Angka Anak Putus Sekolah: KMPP Kabupaten Magelang Melakukan Rekonfirmasi Data ATS

  • calendar_month Sab, 18 Nov 2023

BNews-MAGELANG– Tim Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Magelang, melakukan rekonfirmasi data kepada Anak Tidak Sekolah (ATS) di empat titik, yakni Desa Wonolelo (Sawangan), Desa Purwodadi (Tegalrejo), Desa Temanggung (Kaliangkrik) dan Desa Sutopati (Kajoran).

Ketua KMPP Kabupaten Magelang, Eko Triyono, Kamis (16/11-2023) menjelaskan, rekonfirmasi data ATS di Kabupaten Magelang sebagai upaya untuk mengurangi angka anak putus sekolah, dan mengembalikan mereka untuk tetap belajar setara tingkat SMA.

Ke empat titik, yakni Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik (dipimpin Sugeng Riyadi), Desa Sutopati Kecamatan Kajoran (dipimpin Khudaifiah), Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo (dipimpin Muh Rofi) dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan (dipimpin Eko Triyono).

Rekonfirmasi ATS di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, sebanyak 57 ATS yang diundang, ada 15 anak putus sekolah yang hadir dan siap melanjutkan kesetaraan pendidikan. Namun dari rekonfirmasi data tersebut, ternyata masih ada semangat (ATS) yang kembali bersekolah.

Tim KMPP Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi mengatakan, rekonfirmasi data kepada orang tua dan ATS di Balai Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng, mereka mau sekolah kembali.

“Nggih, kulo manut. –ya saya ikut– ” kata Nurul Insani salah satu anak putus sekolah saat ditanya.

Rekonfirmasi data penanganan ATS di Kabupaten Magelang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bappeda & Litbangda; KMPP Kabupaten Magelang yang didukung oleh Unicef. Rekonfirmasi data ATS, sebagai upaya penanganan anak tidak sekolah untuk kembali bersekolah; hingga kesetaraan pendidikan 12 tahun (tingkat SMA); melalui Lembaga pendidinan non formal di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Salaman.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ada beberapa factor mereka tidak melanjutkan sekolah, diantaranya kurang adanya dukungan orang tua, faktor ekonomi, jarak sekolah; malas untuk sekolah, ada juga yang ingin membantu orang tua bekerja di ladang; serta ada yang belajar agama di pondok pesantren (Ponpes) yang tidak di ijinkan untuk belajar di sekolah umum.

Kepala Desa Temanggung, Muslih Hermanto mengatakan, masih tingginya ATS di desanya, merupakan keprihatinan tersendiri. Namun demikian, pihaknya semaksimal mungkin untuk mengurangi angka anak putus sekolah; tentunya melakukan sosialisasi kepada orang tua agar mereka peduli terhadap Pendidikan putra-putrinya hingga jenjang Pendidikan setara SMA.

Untuk itu, pihak desa akan memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah untuk bisa belajar, baik melalui pendidikan paket A, B dan C; dengan menyediakan tempat di Balai Desa Temanggung.

“Pendidikan bagi anak-anak itu saangat penting; dan jangan berdalih atau beranggapan banyak orang sukses meski tidak berpendidikan tinggi. Jadi, anggapan itu harus dibuang jauh-jauh,” pintanya.

Sekretaris Kecamatan Kaliangkrik, Haryadi, bahwa Pendidikan bagi generasi muda saat ini sangat penting, karena pendidikan; menjadi modal utama bagi anak-anak ke depan, dan orang tua harus ikut mendorong bagi anaknya yang putius sekolah; untuk melanjutkan sekolah hingga jenjang lebih tinggi, minimal setara dengan Pendidikan SMA atau sederajat.

“Saya berharap, kepada orang tua yang anaknya tidak sekolah, didorong dan disemangati agar Kembali bersekolah, meskipun pendidikan kesetaraan, dan jangan takut terhadap biaya pendidikan bagi anak yang putus sekolah untuk Kembali bersekolah,” ujar Haryadi.

Sugeng Riyadi menyebutkan, nerdasarkan Aplikasi Monografi Kelurahan dan Desa (AmongRaSa) Kabupaten Magelang; Kecamatan Kaliangkrik menduduki rangking tertinggi ATS, yakni sebanyak 439 ATS yang tersebar di 20 desa se Kecamatan Kaliangkrik.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dari 20 desa itu, Desa Temanggung menduduki peringkat pertama dengan jumlah 57 ATS tersebar di 10 dusun.

Dari 57 orang tua dan ATS yang diundang, hanya 15 ATS beserta orang tuanya yang hadir dalam pertemuan rekonfirmasi dengan tim KMPP. Setelah dilakukan dialog dan motivasi, mereka bersedia untuk kembali bersekolah di lembaga pendidinan non formal di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Salaman. Ke 15 ATS Desa Temanggung, ada tujuh anak lulus Mts (SMP) dan delapan orang lulus SD.

Kepala Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Salaman, Endang Srilestari saat memberikan motivasi kepada anak-anak menjelaskan,;para guru di SKB Salaman siap memberikan pembelajaran dengan datang di Balai Desa Temanggung; dengan waktu yang disepakati bersama, karena materi pendidikan karakter dapat diterapkan dimana saja, tidak hanya di pendidikan formal saja.

Di pendidikan non formal pun dapat diajarkan pendidikan karakter. Seperti yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Magelang; selain pelajaran formal juga pendidikan karakter diajarkan di program paket, salah satunya melalui kegiatan upacara bendera, termasuk pendidikan keterampilan, seperti pertanian, tata boga hingga potong rambut.

“Yang jelas, guru di SKB siap datang untuk memberikan pelajaran ke desa,” ujarnya. (al)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less