Kurun Waktu 4 Tahun, 1411 Rumah Tak Layak Huni di Kota Magelang Berhasil Diperbaiki

BNews—MAGELANG—Sebanyak 1.411 rumah tak layak huni di Kota Magelang telah dirubah menjadi rumah layak huni. Perbaikan rumah tersebut dilakukan Pemkot Magelang dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan rehabilitasi rumah menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat, dana dari provinsi, maupun sumber dana lainnya.

“Termasuk dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan,” katanya, kemarin (9/7/2020).

Handini menyebutkan, masih ada 3.296 rumah tak layak huni yang tersebar di Kota Magelang. Namun demikian, ada bantuan dana rehabilitasi rumah dari Bank Jateng untuk 92 rumah di tahun 2020 ini.

“Setidaknya dana CSR ini dapat mengurangi kembali jumlah rumah tak layak huni,” imbuhnya

Tempat tinggal yang layak huni, kata dia, merupakan hak dasar yang harus dijamin pemenuhannya oleh pemerintah. Maka, pemerintah dan masyarakat berkewajiban memberikan jaminan kepada masyarakat terkait tumah tinggal layak huni.

“Bantuan dari Bank Jateng sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing rumah. Dana ini sifatnya stimulus, sehingga diharapkan masyarakat juga bisa saling membantu untuk merubah rumah tak layak huni menjadi layak huni,” jelasnya.

Dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 22/2008 disebutkan bahwa rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi tiga syarat. “Yaitu keselamatan bangunan, rumah harus jamin kesehatan bagi penghuninya, dan memiliki luasan minimum yang cukup (satu orang minimal diperlukan luasan 7,2 m2),” pungkasnya. (rur)

1 Comment
  1. Bambang says

    Bagaimana pengajuan bantuan rumah tak layak huni dari bank Jateng ketika tidak mendapatkan bantuan dari bantuan lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: