Lahan di 40 Desa di Magelang Akan Masuk Peta Proyek Pembangunan KSN Borobudur

BNews–MUNGKID– Pembuatan Peta Kawasan Startegis Nasional (KSN) untuk Pariwisata super prioritas di wilayah Borobudur mulai dikoordinasikan oleh Pemkab Magelang. Yakni koordinasi lebih lanjut terkait pembuatan peta tematik pertanahan dan tata ruang.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan, nantinya akan ada 4 pintu gerbang yang akan dibangun di KSN Borobudur itu, antara lain di Blondo, Kembanglimus, Palbapang, dan Klangon Kulon Progo. Ia juga meminta agar pelaksanaannya bisa segera mendapat kepastian tata ruang.

“Tentunya segala pembangunan yang akan dilaksanakan pada KSN Borobudur ini harus segera mendapat kepastian tata ruang. Maka koordinasi hari ini akan berlangsung selama 24 hari ke depan untuk melakukan pemetaan,” katanya saat rapat terkait hal itu di Hotel Atril (29/9/2020).

Ia berharap juga kepada para camat, kepala desa, dan Kepala OPD terkait bisa memberikan informasi dan dikelola dengan sebaik-baiknya. “Tentunya hal ini nantinya agar bisa mendapat kepastian dan pembangunan KSN Borobudur bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Dengan ditetapkannya Borobudur menjadi salah satu lokasi pembangunan super prioritas pariwisata, lanjutnya keseimbangan dan kelestarian alam tetap ahri dijaga. Hal ini mengacu pada 2 Peraturan Presiden (Prepres) yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Yaitu Prepres 58 dan Prerpres 70.

“Tentunya pembangunan tersebut juga harus tetap memperhatikan lingkungan dan ekosistem yang ada, serta tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Magelang, Gusmanto dalam laporannya mengatakan, perlu adanya sinergitas dalam koordinasi dalam pembuatan hal tersebut.  Dalam hal ini Ia juga bersedia mengawal kegiatan tersebut.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kami sebagai Plt Kepala Pertanahan Kabupaten Magelang akan siap mengawal ikut melaksanakan tercapainya pelaksanaan kegiatan ini,” ujar, Gusmanto.

Sementara, Direktur Survei Dan Pemetaan Tematik Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Yuli Mardiono mengatakan, akan memetakan tanah seluas 12.000 hetar. Lahan tersebut mencakup 5 Kecamatan dan 40 desa di KSN Borobudur.

“Kita akan melihat secara utuh, terkait dengan penguasaannya, kemanfaatannya, dan penggunaannya sehingga nanti tidak ada yang terlewatkan,” ungkap Yuli.

Yuli juga meminta kepada para kepala desa untuk bisa bekerja sama secara responsif terkait sumber-sumber data dan informasi di desanya masing-masing. Hal ini untuk memperoleh kebijakan secara terukur.

“Kami mohon selama 24 hari kedepan ini rekan-rekan yang ada di desa khususnya yang masuk pada KSN Borobudur dapat memberikan informasi data untuk kegiatan pemetaan ini. Hal ini agar segala kebijakan yang diambil nanti hasilnya bisa baik,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: