Larangan Salam Semua Agama, Ganjar : Tidak Perlu Dipertentangkan

BNews–SEMARANG- MUI Jawa Timur mengeluarkan surat imbauan melarang pimpinan daerah mengucapkan salam semua agama. Terkait hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai hal tersebut tidak perlu dipertentangkan.

“Ada yang lebih substantif untuk kita pikirkan, lebih substantif persoalan-persoalan bangsa ini,” kata Ganjar Pranowo, siang tadi (11/11).

Advertisements
data-ad-client="ca-pub-7527045268089399" data-ad-slot="4730062367">


Menurutnya,pengucapan salam untuk semua agama adalah soal kebinekaan. Dimana, salam tersebut memiliki arti sama.


“Spirit salam semua agama adalah sama. Assalamualaikum, Shalom, Namo Buddhaya, om Swastiastu dan lainnya. Selama ini Ganjar juga kerap menyampaikan salam tersebut dalam acara-acara resmi karena memang audiensnya tidak berasal dari satu agama,” kata dia.

Loading...

Menurutnya pendapat MUI Jatim berbeda dengan MUI Jateng,  “MUI Jateng tidak apa-apa, tidak ada komentar apa-apa. Kita menghormati semuanya. Kemarin dengan Ketua MUI Jateng tidak ada cerita soal gini,” katanya.

Ganjar lantas mengungkapkan, persoalan pengucapan salam itu memang sudah lama. Bahkan Gus Dur pun juga sempat menyinggung soal itu dengan mengucapkan salam, selamat pagi.

“Gus Dur malah bilangnya selamat pagi dulu itu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan MUI Jatim mengeluarkan surat imbauan bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori, melarang pemimpin daerah mengucapkan salam semua agama.

Hal itu pun kemudian ditanggapi oleh sejumlah tokoh. Buya Syafii Maarif mengatakan tersebut tidak relevan sementara PBNU mengatakan penyampaian salam itu sudah jadi budaya kebaikan dalam ranah ukhuwah wathoniyah.

“Tentang salam yang sering disampaikan oleh para pemimpin atau tokoh masyarakat seperti ‘Assalamualaikum, shalom, om swastiastu, namo budaya’ dan lain sebagainya dalam pandangan saya sudah menjadi budaya untuk memperkuat ukhuwah wathoniyyah atau persaudaraan kebangsaan,” kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: