Lestarikan Tradisi, MWC NU Salam Magelang Gelar Riyadhah-Mujahadah Selama Ramadan
- calendar_month Ming, 30 Mar 2025

malam 29 Ramadan menjadi malam penutupan serangkaian ibadah, mujahadah dan pembacaan autad putaran bulan Ramadan 1446 H yang digelar MWC NU Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Selama satu bulan setiap malam di Ramadan 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang melaksanakan riyadhah dan mujahadah keliling mushola dan masjid yang ada di Kecamatan Salam. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 00.00 – 01.00 dini hari.
Salah satu panitia kegiatan, Ghufron mengatakan bawah kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang berlangsung bertahun-tahun di Salam.
Kegiatannya berupa Salat Taubat; Salat Tasbih; Salat Hajat; Mujahadah dan Wasilah Wali Qutub; Dzikir Jalalah; Hizib Autad; Syi’ir Nurul Burhan; Sholawat Sulthon; Sholawat Kubro; Mahalul Qiyam (Srokal);
“Prosesi dipimpin oleh KH. Habibullah dari Glagah Ombo Sucen Salam,” kata Ghufron dalam keterangan tertulis yang diterima BorobudurNews.com.
Dia menyebut, malam 29 Ramadan menjadi malam penutupan serangkaian ibadah, mujahadah dan pembacaan autad putaran bulan Ramadan 1446 H ini. Penutupan kegiatan berlangsung di Masjid K. Jalalin yang berada di kampung Kuncen, Desa Seloboro, Salam, Kabupaten Magelang.
“Kampung Kuncen yang berada di lembah Gunung Sari merupakan tempat pemakaman K. Jalalin yang merupakan salah satu cucu dari Pangeran Singosari atau yang dikenal Mbah R. Santri yang makamnya berada di Gunungpring Muntilan,” ujarnya.
“Apabila ditarik garis ke atas, K. Jalalin adalah canggah dari Ki Ageng Pemanahan yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Islam,” sambungnya.
Acara penutupan kegiatan turut dihadiri Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Grengseng mengepresiasi Mbah K.H. Habbullah, jajaran pengurus MWCNU Salam dan para pengurus ranting NU se-Kecamatan Salam serta masyarakat yang telah memanfaatkan malam-malam Ramadan dengan agenda mulia tersebut.
“Hal ini senada dengan semangat penciptakan koneksitas antar desa, apalagi nilai amaliyah spiritual yang sudah menjadi amaliyah tradisi. Hal semacam ini bisa menginspirasi kecamatan lain untuk melakukan kegiatan yang serupa,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar