Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Longsor di Kaliangkrik Timpa Tiga Rumah, Empat Warga Luka Ringan

Longsor di Kaliangkrik Timpa Tiga Rumah, Empat Warga Luka Ringan

  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025

BNews-MAGELANG — Sebuah longsor terjadi di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang pada Senin (13/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa ini menghantam tiga rumah warga, menyebabkan satu unit rusak berat, dan empat orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor serta reruntuhan bangunan.

Longsor tersebut dipicu oleh kebocoran pipa jaringan air PAMSIMAS yang berada di atas tebing setinggi sekitar 10 meter. Kebocoran itu membuat struktur tanah di lereng menjadi jenuh air dan tidak stabil. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Kaliangkrik dalam beberapa hari terakhir, sehingga tanah tebing akhirnya amblas dan menimpa rumah-rumah warga di bawahnya.

Berdasarkan pendataan dari BPBD Kabupaten Magelang, rumah milik Mahson (60) mengalami kerusakan berat. Dua rumah lainnya, milik Marsid (60) dan Takun (58), mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding belakang dan atap.

Empat warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor dan reruntuhan bangunan saat peristiwa berlangsung dini hari ketika sebagian besar warga sedang tertidur.

“Kami sedang tidur ketika tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah belakang rumah. Tanah langsung ambruk dan menimpa dinding kamar. Anak saya sempat tertimpa lemari, tapi berhasil keluar,” ujar Mahson, korban yang rumahnya rusak berat.

Mahson bersama keempat anggota keluarganya mengalami luka pada pelipis kiri dan telapak kaki kiri karena tertimpa material reruntuhan tembok. Setelah kejadian, korban segera dibawa ke Puskesmas Kaliangkrik dan telah mendapatkan penanganan medis. Ia mengaku bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat, meski rumahnya kini tidak bisa lagi ditinggali.

“Kami memastikan seluruh korban luka sudah mendapatkan atau sedang dalam proses penanganan medis oleh pihak Puskesmas Kaliangkrik,” kata Edi Wasono, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Edi, longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat sebagian besar warga masih tertidur. Longsoran berasal dari tebing di belakang permukiman yang memiliki kemiringan curam. Material berupa tanah dan batu berjatuhan ke bawah dan langsung menimpa tiga rumah di lereng bawah.

“Hasil asesmen sementara menunjukkan penyebab utama longsor adalah kebocoran pipa air PAMSIMAS di atas tebing, yang membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan akhirnya longsor. Faktor lain yang memperparah adalah curah hujan tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kaliangkrik,” jelas Edi Wasono.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang segera bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, dan pembersihan material longsoran. Jalur yang sempat tertutup material berhasil dibuka kembali pada pagi hari setelah kerja bakti bersama warga dan relawan.

“Kami bergerak cepat di lapangan. Prioritas utama adalah menyelamatkan warga, memastikan tidak ada korban tambahan, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup longsoran,” tambah Edi.

BPBD juga menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan siap saji, air minum, dan perlengkapan kerja bakti untuk mendukung penanganan darurat serta membantu kebutuhan korban luka dan keluarga terdampak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurut Edi Wasono, pihaknya saat ini masih terus melakukan pendataan kerugian dan kajian lebih lanjut untuk menentukan langkah pasca-bencana. Ia memastikan bahwa korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan sementara waktu ditempatkan di rumah kerabat terdekat.

“Kami sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan dinas-dinas terkait, terutama untuk pengusulan bantuan perbaikan rumah rusak berat maupun rusak ringan, serta kemungkinan perbaikan infrastruktur PAMSIMAS yang menjadi sumber masalah awal,” jelasnya.

BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah Magelang bagian barat masih berpotensi hujan sedang hingga tinggi beberapa hari ke depan. Potensi longsor susulan sangat mungkin terjadi jika hujan turun lama di sekitar area tebing.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lereng yang rawan longsor, terutama saat dan setelah turun hujan. Jika terlihat retakan tanah baru atau aliran air tidak biasa, segera laporkan ke pemerintah desa atau BPBD,” tegas Edi.

Hingga Senin siang, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Warga bersama petugas gabungan membersihkan sisa tanah dan reruntuhan bangunan menggunakan peralatan sederhana. Jalan desa yang sebelumnya tertutup material kini sudah bisa dilalui kendaraan, namun kondisi jalan tetap licin dan rawan jika hujan kembali turun. Warga terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat karena khawatir akan kondisi tanah yang belum stabil. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less