Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Magelang Dikepung Bencana: 320 Kejadian Sepanjang 2025, 7 Orang Meninggal

Magelang Dikepung Bencana: 320 Kejadian Sepanjang 2025, 7 Orang Meninggal

  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026

BNews-MAGELANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat total 320 kejadian bencana sepanjang tahun 2025.

Ratusan kejadian tersebut tersebar di seluruh wilayah kecamatan dan menunjukkan bahwa ancaman bencana masih menjadi tantangan serius, terutama bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi curah hujan tinggi serta kondisi geografis wilayah.

Berdasarkan Infografis Kejadian Bencana Kabupaten Magelang Tahun 2025 yang dirilis BPBD Kabupaten Magelang, tanah longsor menjadi bencana paling dominan dengan jumlah 177 kejadian.

Selain itu, tercatat 61 kejadian cuaca ekstrem, 46 kejadian kebakaran rumah dan bangunan, serta 4 kejadian banjir.

Sementara itu, jenis bencana lain seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta erupsi gunung api tidak tercatat terjadi selama periode tersebut.

Rangkaian kejadian bencana ini berdampak langsung terhadap kerusakan bangunan dan korban jiwa. Sepanjang 2025, BPBD mencatat 428 rumah mengalami rusak ringan, 49 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak berat.

Selain kerugian materiil, bencana juga menyebabkan 7 orang meninggal dunia serta 38 orang mengalami luka-luka.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dari sisi sebaran wilayah, kejadian bencana hampir merata di seluruh kecamatan. Namun, wilayah barat Kabupaten Magelang seperti Kaliangkrik, Kajoran, dan Windusari; serta wilayah selatan seperti Borobudur dan Salaman, tercatat memiliki intensitas kejadian yang relatif lebih tinggi.

Kondisi topografi berbukit yang dipadukan dengan curah hujan tinggi dan berlangsung dalam durasi lama menjadi faktor utama; pemicu terjadinya bencana di wilayah-wilayah tersebut.

Tren kejadian bencana juga menunjukkan peningkatan signifikan pada periode musim hujan, menegaskan bahwa risiko tanah longsor; dan cuaca ekstrem masih tinggi dan perlu diantisipasi secara berkelanjutan.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Pemerintah Kabupaten Magelang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Maret 2026.

Data ini menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan bersama, kesiapsiagaan, serta peran aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Penguatan mitigasi, edukasi kebencanaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi kunci utama; untuk menekan risiko serta dampak bencana di masa mendatang. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less