Mall 15 Lantai Bakal Dibangun di Alun Alun Kota Magelang

BNews–KOTA MAGELANG– Wilayah Kota Magelang bakal memiliki Mall super megah. Bangunan tersebut direncanakan akan didirikan di bekas bangunan Bioskop atau sering dikenal Gedung Magelang Teater (MT) Jalan A.Yani kawasan alun alun.

Kemarin, kawasan tersebut tampak mulai disterilkan dari pedagang (5/2/2020). Sejumlah pedagang yang menyewa di lokasi itupun sudah mulai mengosongkan dagangannya. Lahan seluas 4.750 meter tersebut sudah mendapatkan investor.

“Sejak akhir tahun 2019 lalu sudah mendapat investor dari Bandung. Pemenang investor akan menjadikan gedung bekas bioskop tersebut menjadi mall megah,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono (5/2/2020).

Disebutkannya, untuk nilai investasinya mencapai Rp210 miliar. “Saya berharap mall ini bisa memberdayakan masyarakat. Dengan peningkatan kesejahteraan dan juga penyerapan tenaga kerja,” harapnya.

Sebelumnya Pemkot Magelang sudah memberikan beberapa syarat kepada investor ini. Salah satunya mewajibkan investor untuk menyatukan beberapa fasilitas publik di dalamnya seperti mall, hotel, dan bioskop.

”Alasan pemerintah mensyarakatkan ada teater atau bioskop ini untuk tetap mempertahankan ciri khas dari gedung Magelang Teater. Karena sudah bertahun-tahun gedung MT bahkan menjadi legenda bioskop di Magelang,” paparnya.

Bangunan Mall megah tersebut direncanakan akan memiliki 15 lantai. Hal tersebut mampun diproyeksikan menjadi ikonik Kota Magelang.

”Kalau sudah berdiri, kemungkinan juga menjadi gedung tertinggi yang ada di Kota Magelang. Untuk 15 lantai ini memang menjadi yang maksimal berdasarkan aturan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” tandasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Wawan Setiadi menambahkan selain wajib memiliki mall, hotel, dan bioskop ada perjanjian lain. “Kita sudah ada janji dengan investor bahwa di dalam mall tersebut juga harus disediakan mall pelayanan publik (MPP). Nantinya organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk menunjang layanan. Misalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), atau DPMTSP, dan lain sebagainya, boleh memanfaatkan gedung yang telah disediakan di situ,” tambahnya.

Dijelaskannya juga, bahwa investor membangun bekas gedung MT ini telah menandatangani kontrak dengan sistem bangunan guna serah (BGS) selama 30 tahun. Lantas setiap tahunnya, konsultan penilai independen akan menganalisa hasil perputaran ekonomi di kawasan mall baru untuk menentukan jumlah nominal yang wajib dibayarkan kepada Pemkot Magelang.

”Total omzetnya nanti dihitung tim penilai independen, sehingga akan ditemukan berapa nominalnya yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Kalau pada tahun pertama kita prediksikan senilai Rp330 juta, dan akan terus naik di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

“Rencana  gedung ini akan selesai dibangun selama dua tahun. Sementara, di bekas gedung saat ini akan dipilah mana yang masih memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya. (*/bsn)

9 Comments
  1. Agus says

    Setuju saya banyak dampak positifnya..selain memperindah suasana kota dan alun alun..akan mampu membuka banyak sekali lapangan pekerjaan..

  2. paket wisata jogja says

    semoga magelang menjadi kota destinasi wisata setelah borobudur

  3. Ade Chandra says

    terlalu muluk², 5 lantai saja mgkn udh cukup utk kota sekecil Magelang

  4. Ade Chandra says

    Jangan lupa AMDAL Lalu lintas, jgn bikin makin macet & parkiran makin susah, seperti pembangunan RSU Tidar.

  5. toko bunga jogja says

    semoga banyak yg diuntungkan dengan rencana ini,

  6. Ferry Saputro says

    magelang bakal jd yang pertama ni, 15 lantai

  7. Arena mesin says

    semoga amanah dalam pembagunannya ya

  8. koiron says

    wow mantap magelang city

  9. supriyanto says

    kayake daya beli magelang itu ga setinggi di smg, jogja,,atu sbya,,,nek ga laku trus bangkrut piye trutama yg 5 lantai ke atas untuk hotel,,team markety harus kuat nek pemkot magelang sing dipikir cuma pajek dan keuntungan aja,,tapi untuk investor harus dipikir aecara jernih harus melihat mwndengar masukan2 dari warga magelang kayak sya,,,jgan mendengar dari 1 sisi aja,,trutama daya beli msyarakat,,,

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: