Mantan Bupati : Kenapa Tidak Ada HUT Kabupaten Magelang

0
175
z

  BNews–MUNGKID– Perayaan hari jadi Kota Mungkid dinilai tidak relevan untuk menggambarkan perjalanan sejarah pemerintahan Kabupaten Magelang. Mantan Bupati Magelang H Ahmad mengajak supaya ada kajian guna mengembalikan perayaan HUT Kota Mungkid menjadi HUT Kabupaten Magelang.

“Mestinya Kabupaten Magelang usianya lebih tua. Masa kabupaten lebih muda. HUT ke-33 kemarin hanya memeringati perpindahan ibu kota bukan kelahiran Kabupaten Magelang,” kata H Ahmad dalam Seminar Sejarah Membangun Kabupaten Magelang Masa Depan di Rumdin Bupati, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, peringatan HUT Kota Mungkid masih terkesan terlokalisir. Sehingga tidak seluruh masyarakat Kabupaten Magelang bisa merayakannya.

Untuk itu, AHmad mengajak semua komponen masyarakat untuk merumuskan dan mengkaji HUT Kabupaten Magelang. “Kota Magelang mendasarkan pada Prasasti Mantyasih yang bertanggal 11 April 907. Adapun Kabupaten Magelang justru menandai hari lahirnya dengan tanggal perpindahan ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid pada 22 Maret 1984,” paparnya.

 “Kota Magelang mendasarkan pada Prasasti Mantyasih yang bertanggal 11 April 907. Adapun Kabupaten Magelang justru menandai hari lahirnya dengan tanggal perpindahan ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid pada 22 Maret 1984,” paparnya.

Guru Besar Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Prof Dr Agus Maladi Irianto menyarankan agar Kabupaten Magelang dibangun berdasarkan empat kekuatan yang dimiliki. Yakni potensi historik, potensi kultural, potensi agraris, dan potensi religius.

Dia optimis jika keempat kekuatan tradisional ini dikembangkan maka Kabupaten Magelang akan berkembang pesat. Namun ia mengingatkan agar pembangunan jangan sampai melupakan akar budaya dan karakter Magelang sebagai kawasan agraris. (bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here