Masa Pandemi, PPMT UNIMMA Dampingi Belajar Anak dan Buat Masker Sederhana

BNewsMAGELANG— Masa pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret tahun 2020 masih belum bisa diprediksi kapan berakhir. Hal ini berdampak pada seluruh aktivitas masyarakat Indonesia.

Salah satu bidang yang terdampak yaitu bidang pendidikan. Siswa yang semula belajar di sekolah kini harus belajar dari rumah.

Tim PPMT UNIMMA mengadakan program pengabdian pada masyarakat di Dusun Nusupan, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu. Dan kali ini fokus kegiatan pengabdian adalah ’Pendampingan Belajar dan Penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa SD’ .

Kelompok PPMT UNIMMA tersebut diketuai oleh Dosen FKIP yaitu Sukma Wijayanto MPd, sekaligus sebagai dosen pembimbing. Sedang untuk anggota PPMT berasal dari dua program studi yaitu dari Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) .

Mereka yakni Refri Rais Sadewa (PAI), Adil Latal Khusna (PGSD), Anisatul Khusniah (PGSD), Nur Ifany Choirun Nisa’ (PGSD) dan Yayuk Indriastuti (PGSD) .

Selain mengadakan pendampingan belajar guna membantu siswa yang mengalami kesulitan saat belajar daring; tim PPMT UNIMMA juga mempunya program untuk meningkatkan PHBS pada siswa.

Mereka mengadakan pelatihan membuat masker tie dye guna meningkatkan kreativitas siswa juga untuk mengisi waktu luang siswa saat belajar di rumah saja. Pelatihan membuat masker ini dilaksanakan di sebuah rumah warga di Dusun Nusupan, Salaman. Pelatihan diikuti oleh siswa-siswi sekolah dasar (19/11/2020).

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sebelum melaksanakan pelatihan membuat masker, paginya, siswa mendapatkan pendampingan belajar. Kemudian setelah duhur kegiatan membuat masker tie dye baru dimulai.

Pembuatan masker tie dye cukup mudah dan murah, hanya membutuhkan dua bahan primer saja yaitu masker putih dan pewarna pakaian. Sebelum memulai terlebih dahulu tim PPMT UNIMMA memberikan contoh terlebih dahulu langkah-langkah membuat masker tie dye.

Langkah pertama yaitu membasahi dahulu masker dan diperas, tujuannya agar warna pada masker dapat tampak secara sempurna. Selanjutnya melipat masker dahulu sebelum diikat dengan karet.

Ikatan pada masker akan mempengaruhi warna masker nantinya. Setelah itu kegiatan mewarnai masker menggunakan pewarna tekstil yang sudah disediakan.

Untuk mempermudah, larutan tersebut dimasukkan ke dalam botol dengan tutup botol yang sudah dilubangi. Di sini siswa bebas untuk mewarnai apa saja sesuai dengan minat mereka. Setalah itu masker didiamkan kurang lebih satu jam lalu dibilas dengan air bersih lalu dijemur. Setelah dijemur masker tie dye siap dipakai.

Pelatihan membuat masker tie dye dilaksanakan untuk mengisi waktu luang siswa saat belajar di rumah saja agar siswa tidak bosan dengan kegiatan di rumah. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran siswa untuk selalu memakai masker di masa pandemi covid.

Selama kegiatan siswa terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam membuat masker. Mereka juga menjadi lebih berminat menggunakan masker karena masker yang unik dan hasil karya siswa sendiri. (adv)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: