Mata Anak Berkedip Terus Saat Main HP? Kenali Penyebab dan Solusinya
- calendar_month 1 menit yang lalu

ilustrasi seseorang menggunakan ponsel (Foto oleh Adrienn dari pexels.com)
BNews–MAGELANG– Terlalu lama memandang layar gadget atau smartphone sering kali memicu berbagai keluhan kesehatan, salah satunya kebiasaan mata yang sering berkedip.
Dilansir dari Halodoc, kebiasaan mata anak sering berkedip saat menatap layar HP umumnya disebabkan oleh mata lelah, kering, hingga iritasi ringan. Saat terlalu fokus melihat layar, frekuensi berkedip anak secara tidak sadar akan berkurang drastis.
Hal ini menyebabkan lapisan air mata lebih cepat menguap, sehingga timbul rasa mengganjal, perih, dan memicu reflek berkedip berulang kali untuk membasahi permukaan mata.
Selain akibat durasi penggunaan layar (screen time) yang berlebihan, ada beberapa faktor pendukung lainnya, antara lain:
• Silau dari tingkat kecerahan layar HP.
• Pencahayaan ruangan yang minim atau remang-remang.
• Jarak pandang anak yang terlalu dekat ke layar.
• Paparan debu, alergi, hingga gangguan penglihatan (seperti minus/silinder) yang belum terdiagnosis.
Para orang tua diimbau untuk tidak sembarangan memberikan obat-obatan pada mata anak. Sangat tidak disarankan memberikan obat tetes mata, salep, atau produk mata lainnya tanpa petunjuk dan resep dari dokter. Terutama produk yang mengandung antibiotik, kortikosteroid, maupun antijamur.
Penggunaan obat-obatan keras tanpa indikasi medis yang jelas justru berisiko menimbulkan efek samping berbahaya bagi kesehatan mata sang buah hati.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mengatasi mata anak sering berkedip saat menatap layar HP:
Terapkan Aturan 20-20-20: Ajak anak mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit untuk melihat objek berjarak sekitar 6 meter selama minimal 20 detik.
Batasi Screen Time: Sesuaikan durasi penggunaan gawai berdasarkan usia anak dan imbangi dengan aktivitas tanpa layar.
Atur Posisi Layar: Pastikan jarak layar tidak terlalu dekat dan posisikan layar sedikit lebih rendah dari garis pandang mata anak.
Optimalkan Pencahayaan: Gunakan penerangan ruangan yang cukup dan hindari pantulan cahaya berlebih pada layar.
Edukasi Kebiasaan Baik: Ingatkan anak untuk berkedip secara teratur, hindari kebiasaan mengucek mata, dan pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Meskipun sering kali bersifat sementara, orang tua harus tetap waspada. Segera bawa anak ke dokter spesialis mata apabila kedipan berlangsung terus-menerus. Serta tidak kunjung membaik meski penggunaan HP sudah dikurangi, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan medis secara langsung juga sangat diperlukan jika kedipan disertai gejala lain seperti mata merah, terasa nyeri, keluar kotoran mata (belekan), sensitif terhadap cahaya secara berlebihan, penglihatan kabur, kelopak mata tampak turun, hingga adanya gerakan wajah tidak disadari (tics).
(*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar