Mayat Pria di Tempuran Ternyata Santri yang Hilang Tiga Hari

BNews—TEMPURAN— Polisi berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan di saluran irigasi Dusun Jarakan Desa Girirejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, pagi tadi (13/4/2020). Mayat itu merupakan seorang santri dari pondok pesantren tak jauh dair lokasi penemuan.

Kapolsek Tempuran AKP Muh Buhrom mengatakan jenazah diidentifikasi bernama Puji Kurniawan, 24 yang merupakan santrik Pondok Pesantren Pondok Pesantren Nurul Qur’an Dusun Kaliputih Kidul Desa setempat,” katanya kepada borobudurnews.com.

Jenazah merupakan warga Santri tersebut yakni dari Dusun Sedayu Desa Sukorejo Kecamatan Tegowono Kabupaten Grobogan. Dia sebelumnya dilaporkan hilang oleh kawan-kawannya.

Mayat, kata dia pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 pagi. Mayat pertama kali ditemukan oleh Ahmadi, warga setempat.

“Jadi informasinya mayat pertama kali ditemukan Ahmadi, yang sedang jalan jalan pagi disekitar rumahnya,” kata Kapolsek Tempuran Muh Buhrom, siang ini (13/4/2020).

Menurutnya, saat itu, saksi melihat sebuah sandal di dekat tumpukan bambu. Dia kemudian mencium bau tak sedap dan mencoba mencari sumbernya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saksi ini melihat sebuah sendal miliki korban diatas tumpukan bambu. Saksi ini juga mencium bau yang cukup menyengat, saat ditelusuri ditemukan mayat korban di saluran irigasi,” kata dia.

Melihat hal tersebut, saksi menghubungi Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Tempuran. Tidak berselang lama Petugas Piket Polsek Tempuran, Koramil 22 Tempuran, Puskesmas Tempuran, Damkar WMK Kecamatan Tempuran dan sejumlah relawan datang untuk mengamankan TKP.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, lanjut Kapolsek didapati kesimpulan bahwa korban telah meninggal kurang lebih 3 hari yang lalu. “Pada tubuh korban tidak ditemukan ada tanda – tanda penganiayaan. Hasil olah TKP, dugaan penyebab kematian korban karena tersengat kabel listrik saat memangkat batang pohon kemudian terjatuh di saluran irigasi,” ungkapnya.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSU Negeri Tidar Kota Magelang. “Untuk rencana lokasi pemakaman korban masih belum bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan menunggu keputusan dari Orang tua korban atau Wali Santri yang saat ini perjalanan dari Kabupaten Grobogan menuju RSU Negeri Tidar Kota Magelang,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: