IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Bermodal Bendho, Dua Pria Nekat Rampas Handphone

BNews—YOGYAKARTA—Dua pria harus berurusan dengan aparat kepolisian karena melakukan pencurian dengan kekerasan. Keduanya melancarkan aksinya dengan modal senjata tajam jenis Bendho (parang-red).

Dua pelaku tersebut beraksi di depan pintu masuk Stadion Cangkring, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo pada 21 Mei 2019 silam sekitar pukul 05.30 WIB. Para pelaku berinisial HH, 37, warga Loano, Purworejo dan berinisial S, 36, warga Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan HH berhasil diamankan pada Kamis (13/8/2020) sekira pukul 07.00 WIB di Desa Puguh, Kabupaten Kendal. Saat ini, HH berada dalam penahanan Polres Kulon Progo dan dalam proses pemberkasan untuk pelimpahan berkas-berkas ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

”Sementara rekannya tersebut sudah ditangkap pada operasi curas 2019 silam,” ucapnya dalam ungkap kasus curas di Mapolres Kulon Progo Rabu (2/9/2020). Dikutip dari Tribunjogja.com.

Munarso menjelaskan, kedua pelaku beraksi saat keadaan sepi yakni dengan menodongkan bendho kepada korban kemudian merampas barang berupa handphone merk Oppo A37 dan Xiaomi 5A. Korban berinisial AY, 18, dan ARS, 13, keduanya merupakan warga Wates Kulon Progo.

Ketika mengamankan HH, lanjut Munarso, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah helm warna abu-abu dan 1 buah senjata tajam (sajam) berupa bendho. Saat ini, polisi sedang melakukan pendalaman terhadap pelaku untuk menemukan barang bukti lainnya.

Sementara pengakuan pelaku, ia merampas barang milik korban karena rekannya tersebut membutuhkan handphone dan rekannya akan memberinya uang. ”Handphone tidak dijual karena dipakai teman sendiri yang juga sedang membutuhkan handphone. Kemudian saya dikasih uang sebesar Rp 300 ribu yang digunakan untuk ongkos perjalanan pulang ke Kendal,” kata dia.

Loading...

Adapun pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian yang dilakukan dengan kekerasan sehingga pelaku mendapatkan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: