’Mayor Jenderal Kopassus’ Ditangkap Anggota Koramil, Ini Kasusnya

BNews—JATENG— Seorang pria paruh baya yang mengaku berpangkat Mayor Jenderal di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ditangkap TNI sungguhan. Bapak-bapak 50 tahun yang identitasnya diketahui berinisial HP ini nekat menyaru sebagai tentara hanya untuk gagah-gagahan. 

Warga Ngrendeng RT17, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen ini diringkus tantara beneran pada Kamis (24/6) malam. Yakni dari jajaran Koramil 15/Gemolong bersama Korem 074/Warastratama dan Kodim 0725/Sragen.

Kepada petugas, TNI gadungan ini mengaku berpura-pura menjadi anggota Kopassus hanya untuk pamer. Apalagi, baju TNI yang dikenakan juga asli yang dibeli dari temannya yang sudah dipecat dari anggota TNI AD.

Informasi yang dihimpun, penangkapan berawal dari kecuriagaan warga dengan gelagat pelaku. Warga yang curiga, akhirnya melaporkan hal tersebut ke Koramil 15/Gemolong

Setelah mendapat laporan pada Kamis (24/6/2021) malam, tim kemudian mengadakan penyelidikan terkait informasi. Utamanya soal keberadaan TNI gadungan yang mengaku bertugas di Kopassus. 

Sekitar pukul 23.25WIB, petunias mendatangi rumah Suburyanto, warga setempat yang disinggahi oleh HP. Setelah berkoordinasi dengan pemilik rumah, tim gabungan meminta HP keluar dari kamar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Akan tetapi, yang bersangkutan tidak mau keluar kamar,” kata Kapolsek Gemolong, I Ketut Putra, baru-baru ini.

Mengetahui kedoknya terbongkar, HP pun berusaha melarikan diri dengan cara meloncat dari jendela kamar. Akan tetapi, aksinya tersebut berhasil diketahui oleh petugas.

Setelah meloncat dari jendela, HP lantas diringkus oleh tim gabungan. Selanjutnya, TNI Gadungan itu diserahkan ke Polsek Gemolong, Sragen, untuk diinterogasi.

Berdasarkan hasil interogasi, ternyata HP sudah beristri. Mereka menikah pada 2013 lalu.

Istri dan keluarga sudah memberi kesaksian bila HP bukan seorang anggota TNI. Mereka juga merasa tidak ditipu oleh HP.

”Setelah diinterogasi, tidak ada warga Gemolong yang dirugikan secara materi sehingga tidak bisa ditindak secara hukum. Untuk pakaian TNI, saat ini disita oleh PM (Polisi Militer) Sragen. Dia membeli pakaian TNI itu di Jakarta,” bebernya.

Berdasar keterangan HP, ia mengaku sudah bercita-cita menjadi anggota TNI sejak kecil. Ia sudah tiga mendaftarkan diri sebagai anggota TNI, namun usahanya selalu kandas.

”Ia pun nekat membeli pakaian TNI itu supaya terlihat gagah di mata orang lain. Hadi mengakui pakaian TNI itu dibeli dari temannya yang sudah dipecat dari anggota TNI AD,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: