Mbah Sutaruno Tewas Tenggelam di Bekas Galian Tambang Sedalam 6 Meter

BNews—JOGJAKARTA— Seorang warga Gunungkidul, Jogjakarta, Sutaruno, 78, ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di bekas galian tambang. Sebelum ditemukan, warga Pedukuhan Kepil RT1 RW6, Kalurahan Mulo, Kapanewonan Wonosari ini sempat dinyatakan hilang.

Kapolsek Wonosari Kompol Mugiman menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Senin (8/3). Korban dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak dini hari.

”Mbah Sutarno dilaporkan hilang sejak Senin dini hari (8/3). Sebelum ditemukan, puluhan warga bersama relawan melakukan pencarian ke sejumlah lokasi di seputar rumah Mbah Sutaruno hingga ke hutan-hutan,” jelas Mugiman, Selasa (9/3).

Ia mengatakan pada Senin pagi, saat bangun tidur, istri Mbah Sutaruno bingung karena tidak mendapati suaminya di rumah. Sang istri yang ketika itu hendak salat Subuh tidak melihat korban yang biasanya sudah membuat api di dapur untuk persiapan memasak air.

”Kalau habis bangun tidur selalu memasak air sembari menghangatkan tubuhnya dan kali ini ternyata tidak ada,” katanya.

Meski tak mendapati suaminya, sang istri tetap melanjutkan salat Subuh. Baru selepas salat, saksi bersama dengan keluarganya melakukan pencarian di sekitar rumah. Namun hingga hari sudah terang atau sekitar pukul 06.00WIB, korban belum juga ditemukan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pihak keluarga kemudian meminta bantuan warga setempat untuk melanjutkan pencarian hingga memperluas radius pencarian. Pukul 07.30WIB keluarga dan warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Bhabinkantibmas Polsek dan perangkat Desa.

”Mereka lantas melakukan pencarian sampai pukul 11.00WIB dengan hasil nihil,” terangnya.

Kemudian sekitar pukul 11.30WIB mereka melaporkan peristiwa tersebut ke Pos SAR DI Jogjakarta di Gunungkidul. Petugas kemudian melakukan assement, mapping, serta koordinasi dengan keluarga dan warga yang sudah melakukan pencarian korban.

Menurut Mugiman, keluarga korban mengaku khawatir dengan kondisi Mbah Sutaruno karena Mbah Sutaruno mempunyai riwayat penyakit jantung dan tunarungu. Dan pagi itu, korban pergi meninggalkan rumah dalam kondisi sadar dan sehat.

”Keluarga korban khawatir karena dua minggu yang lalu korban juga pergi meninggalkan rumah dan di temukan di dekat Telaga Dung Gubah radius 500 meter dari rumahnya,” ungkapnya

Keluarga khawatir karena di sekitar rumah korban terdapat banyak kubangan bekas tambang dengan kedalaman relatif dua hingga enam meter. Mereka khawatir jika korban jatuh tenggelam, mengingat saat ini genangan air cukup banyak karena musim penghujan.

”Kekhawatiran keluarga terbukti. Korban ditemukan meninggal di kubangan bekas tambang,” paparnya.

Sekitar pukul 15.00WIB, korban ditemukan di kubangan bekas tambang di Pedukuhan Pacing, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, yang berjarak sekitar empat kilometer dari rumah korban.Namun sayang, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

”Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban meninggal usai terjatuh dalam kubangan. Jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” tegas Mugiman.(han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: