Media Sosial Berbasis Audio “Clubhouse” Mendadak Rame Digunakan Hindari Sensor

BNews–TEKNO– Aplikasi media sosial berbasis suara kini hadir bernama Clubhouse. Bahkan saah satu artis ternama Amerika Silicon Valley menggunakannya..

Media sosial ini dianggap sebagai masa depan aplikasi berbasis audio. Namun aplikasinya Clubhouse ini  sementara hanya bisa didapatkan di iPhone.

Clubhouse adalah aplikasi media sosial berbasis suara yang dikembangkan oleh Paul Davison dan Rohan Seth dan diluncurkan pada bulan Maret 2020. Investor langsung tertarik dan menanamkan uangnya. Seperti Andreessen Horowitz yang berinvestasi 10 juta USD. Valuasi Clubhouse pun naik drastis menjadi 100 juta USD.

Setelah mendaftar ke Clubhouse, pengguna dapat membuat ruangan untuk berbagai topik. Alih-alih video atau teks, media yang disukai Clubhouse adalah obrolan suara. Ukuran ruangan bervariasi dari yang intim hingga ribuan orang yang mendengarkan atau berpartisipasi.

Karena sifatnya masih beta, untuk bisa menikmati layanan ini, calon pengguna harus mendapatkan undangan dari seseorang yang sudah ada di aplikasi.

Jika calon pengguna tidak ingin menunggu undangan, mereka juga bisa mengunduh aplikasi dan memberikan nomor telepon, namun langkah ini hanya akan memasukkan akun mereka di daftar waiting list.

Nah, saat sudah menjadi pengguna, Clubhouse akan menyediakan berbagai kamar virtual berisi percakapan tentang topik-topik tertentu yang bisa diikuti. Di kamar tersebut, pengguna bisa bergabung sebagai pendengar saja atau bisa juga mengeluarkan pendapat. Dikutip dari Cnet, pengguna juga bisa menciptakan kamar sendiri dengan topik yang ia pilih.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Banyak yang menyebut, ini seperti mendengarkan podcast (jika hanya sebagai pendengar), atau seperti mengikuti konferensi online di Google Meet atau Zoom namun tanpa video.

Adapun topik-topik yang ditawarkan bervariasi, mulai dari teknologi, olahraga, hiburan, dan lain-lain. Pengguna juga bisa mengikuti orang-orang yang memiliki ketertarikan sama. Semakin banyak topik dan orang yang di-follow, maka akan semakin banyak pula rekomendasi kamar yang sesuai.

PCMag melaporkan, setiap kamar Clubhouse bisa diisi hingga 5.000 orang. Percakapan di Clubhouse sendiri tidak memiliki pakem khusus. Satu ruang bisa diisi oleh percakapan santai layaknya antar teman, atau bisa jadi diatur dengan gaya lebih formal layaknya talk-show.

Dan tak hanya menjadi pendengar, partisipan yang ada dalam kamar bisa juga mengeluarkan opini mereka. Tersedia fitur “raise a hand” yang bisa diklik jika ingin mengungkapkan sesuatu. Namun, apakah pengguna diizinkan untuk berbicara atau tidak, ini akan menjadi keputusan moderator atau kreator.

Aplikasi ini bahkan dikenal sebuah media sosial untuk menghindari sensor. Belum lama ini aplikasi Clubhouse sampai di blokir firewall di negara China karena digunakan untuk diskusi politik.

Meski demikian,Clubhouse telah berkembang pesat selama pandemi karena orang-orang mencari cara untuk terhubung dari jarak jauh. Aplikasi ini menduduki peringkat teratas Apple App Store di negara-negara seperti Jerman, Italia, Jepang, dan Turki. Pada pertemuan internal baru-baru ini, Tuan Davison dan Tuan Seth mengatakan Clubhouse memiliki dua juta pengguna mingguan. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: