Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Menelisik Perjalanan Panjang Sejarah Angkutan Massal di Kota Magelang

Menelisik Perjalanan Panjang Sejarah Angkutan Massal di Kota Magelang

  • calendar_month Sen, 14 Okt 2024

BNews-MAGELANG– Kota Magelang, sebuah kota kecil yang terletak di antara Yogyakarta dan Semarang, terkenal dengan ketenangannya.

Meski tak sebesar kota-kota tetangga, Magelang memiliki sejarah panjang dalam angkutan massal yang menarik. Kini, angkutan massal di Kota Magelang tak lagi ramai seperti dulu, namun masa kejayaannya mencerminkan bagaimana kota ini pernah menjadi pusat mobilitas masyarakat yang hidup.

Ketika kita berbicara tentang angkutan massal, seperti becak, andong, dan angkot pernah menjadi ikon pergerakan warga Kota Magelang di masa lalu.

Pada zamannya, moda transportasi ini menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan maraknya penggunaan kendaraan pribadi, angkutan massal di Kota Magelang mulai memudar.

Menyadari tantangan ini, ajakan untuk mencintai kembali angkutan massal menjadi relevan, tidak hanya demi kenyamanan, tetapi juga demi keberlanjutan dan pelestarian sejarah lokal. Bagaimana sebenarnya sejarah angkutan massal di kota ini berkembang?

Seiring berkembangnya zaman, sistem angkutan massal di Kota Magelang telah melalui transformasi besar.

Dari becak yang romantic pada masa lalu hingga revitalisasi angkutan massal modern di era sekarang, perjalanan transportasi Kota Magelang mencerminkan dinamika sosial-ekonomi dan budaya yang unik.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Sejarah angkutan massal di Kota Magelang dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Kota ini sebagai salah satu pusat penting dalam Karesidenan Kedu; menjadi jalur vital perdagangan dan transportasi. Berdasarkan buku Magelang Tempo Doeloe (Sutanto, 2013), pada akhir abad ke-19, Belanda mulai memperbaiki infrastruktur jalan di Magelang untuk mendukung perdagangan.

Pada masa itu, transportasi didominasi oleh kereta kuda, andong, dan dokar, yang banyak digunakan untuk mengangkut orang dan barang; dari satu tempat ke tempat lainnya. Becak, dengan gerakan lambat namun stabil, adalah kendaraan yang diandalkan oleh masyarakat untuk berkeliling kota.

Andong dan dokar, sebuah kendaraan yang ditarik oleh kuda, menjadi simbol transportasi tradisional yang tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol status di tengah masyarakat.

Memasuki abad ke-20 …. KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less