Mengenang Tragedi Pembantian Ibu Dihadapan Anak Balitanya di Mertoyudan dan Pelaku yang Masih Misterius
- calendar_month Rab, 15 Apr 2020

TRAGEDI : April 2012 lalu terjaid pembunuhan sadis terhadap seorang ibudihadapan anak balitanya.(Foto : internet)
BNews—MERTOYUDAN— April 2012 silam, disebuah perumahan elit di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang terjadi peristiwa pembunuhan yang menewaskan seorang ibu muda. Delapan tahun berlalu, kasus ini belum menemukan titik terang.
Dihimpun dari berbagai sumber, belum ada pelaku yang dihukum terkait kasus pembunuhan berdara yang menwaskan Ratnawati, yang kala itu berusia 35 tahun. Dia dibunuh Kamis (19/4/2012) di rumahnya.
Korban pertama kali ditemukan anak pertamanya Sh. sedang menunggu ibunya yang sudah tewas berlumur darah tanpa bisa berbuat apa-apa.
Menurut Siskawandi, petugas keamanan perumahan kala itu, dia mendapatkan informasi dari Ny Partono tetangga korban kalau telah terjadi pembunuhan di rumah korban.
Ny Partono sendiri mengetahui ada pembunuhan seteah Sh, putri korban berteriak-teriak minta tolong karena mendapat ibunya sudah meninggal dunia. “Tidak biasanya Sh pulang sekolah diantar oleh tukang kebun sekolahnya. Biasanya ia dijemput ibunya,” tutur Wandi.
Setelah tiba di rumah, lanjut Wandi, anak itu sudah mendapati ibunya terbujur kaku di kamar utama, di dekat jenazah ada Jojo yang hanya diam.
Siska, tetangga korban juga menceritakan bahwa dirinya mengetahui peristiwa itu dari Shelin. Kemudian dia datang bersama suaminya dan langsung menuju lokasi.
Menurut Siska,hingga pukul 18.00 WIB, Kamis (19/4/2012), jenazah Ratna masih berada di dalam kamar dan belum evakuasi. “Di bagian leher jenazah Ratna terdapat luka dan ditemukan ada logam di mulut,” terang dr. Umi, petugas Puskesmas Mertoyudan usai melakukan visum.
Wakapolres Magelang, Kompol Eko Hadi kala itu mengungkapkan, ada dua dugaan yang menjadi indikasi kuat penyebab tewasnya Ratna. Pertama, sebulan lalu, Ratna sempat cekcok dengan pembantunya bernama Sri. “Saat ini Sri sudah dibawa ke Polsek Mertoyudan untuk dimintai keterangan,” ujarnya
Dugaan kedua, korban dan suaminya sempat mempunyai bisnis menjual alat elektronik keliling. “Bisnis ini mengalami pecah kongsi karena tidak cocok dengan mitra bisnis, kami masih akan mendalamainya,” tegasnya. (her/wan)
About The Author
- Penulis: BNews 5




Saat ini belum ada komentar