Mengetahui Gempa Dahsyat 1867 yang Memporak-porandakan Magelang

BNews–MAGELANG– Sejarah terjadinya gempa dahsyat juga terjadi di wilayah Yogyakarta. Dimana dampaknya juga dirasakan serta memporak-porandakan wilayah Magelang di tahun 1867.

“Gempa berlangsung sekitar dua menit, menyebabkan tanah berjungkat, bagai diayun-ayun, bergetar bergoyang bagai hendak dicabut. Bumi dan langit seperti hendak menelungkup. Suara gemuruh di puncak gunung amat mengerikan. Ombak laut pun menjadi besar “kocak-kocak” hingga air dan ikannya terangkat ke daratan..”

Itulah gambaran kengerian goncangan “Lindu Gedhe” (Gempa) dalam Babad Pakualaman karya permaisuri Paku Alam VI, Gusti Kanjeng Raden Ayu Adipati Paku Alam (Siti Jaleka).

Gempa besar yang terjadi pada 10 Juni 1867 atau 4 Sapar Tahun EHE 1284 H (1796 Tahun Jawa) tersebut bersumber di barat Sumberharjo, Prambanan. Gempa yang mengguncang sekitar pukul 05.00 pagi ini diperkirakan memiliki magnitudo sebesar 8-9 skala richter.

Kerusakan parah akibat gempa 1867 tersebut ternyata juga memporak – porandakan Kabupaten Magelang yang tidak jauh dari Yogyakarta.

Banyak sekali bangunan yang rusak dan roboh akibat goncangan gempa dahsyat tersebut. Salah satu diantaranya adalah Regentswoning (Kediaman Bupati) yang runtuh di beberapa bagian.

Pilar – pilar bagian luar rumah (pendopo kabupaten) roboh. Masjid Agung Magelang yang sedang dalam masa renovasi sejak 1864 juga mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Beberapa rumah milik penduduk Magelang pun terpaksa harus dihancurkan karena sangat membahayakan jika terus dibiarkan.

Selain itu rumah pejabat Eropa seperti Residentswoning (rumah residen) dan beberapa kantoor pemerintah yang bertembok batu bata juga mengalami kerusakan di sana – sini.

Dinding penjara yang ada di Barat Daya alun – alun pun mengalami kerusakan parah yang membuatnya bisa runtuh kapan saja, membahayakan para sipir dan narapidana didalamnya.

Hampir semua bangunan pemerintah rusak parah. Sebagian besar gudang kopi dan garam rusak parah hingga tidak dapat digunakan lagi.

Ditempat lain, Candi Borobudur untungnya tidak mengalami banyak kerusakan. Berkebalikan dengan Candi Mendut yang mengalami keruntuhan di sisi candi dan sebagian struktur lainnya hampir ambruk.

 Gempa bumi 1867 ini menewaskan kurang empat orang dan beberapa orang lainnya mengalami luka – luka. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: