MENHUB: Sepeda Harus Diatur Dalam Undang-Undang, Bisa Kena Pajak

BNews–NASIONAL– Selama Pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia sedang ngetren masyarakat berolahraga dengan sepeda. Tak hayal juga, saking banyaknya pesepeda di jalan raya mengganggung kendaraan umum lainnya.

Mengetahui fenomena tersebut, Kementerian Perhubungan mulai angkat bicara. Melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi yang menilai penggunaan sepeda perlu diatur.

“Saya terus terang, sepeda harus diatur. Apakah dengan peraturan menteri atau peraturan pemda, bupati atau gubernur,” katanya kemarin seperti dikutip Antara (27/6/2020).

Dijelaskannya, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin. Karena masuk dalam kelompok bukan kendaraan bermotor, lanjut dia, pengaturannya berada di pemerintah daerah.

“Kami akan mendorong aturan ini di daerah, minimal dengan mulai menyiapkan infrastruktur jalan. Seperti DKI, Solo, Bandung, sudah menyiapkan juga, tinggal sekarang gimana aturannya,” jelasnya.

Menurutnya, pengelompokan angkutan harus direvisi dalam UU Nomor 22/2009. Hal ini karena semakin beragamnya jenis angkutan, termasuk angkutan listrik, seperti sepeda listrik, skuter, hoverboard, dan lainnya.

“Kalau waktu saya kecil, saya mengalami sepeda disuruh bayar pajak dan sebagainya. Mungkin bisa ke sana. Tapi ini sejalan revisi UU 22/2009, sudah diskusi dengan Korlantas Polri,” ujarnya.

Budi mengaku pihaknya juga sudah melakukan kajian di negara-negara yang kecenderungan penggunaan sepeda meningkat.

Hal ini guna menghindari kontak fisik di kereta atau angkutan massal lainnya akibat pandemi COVID-19, salah satunya Jepang.

Namun, dia menjelaskan terdapat perbedaan tujuan penggunaan moda ramah lingkungan tersebut.

Di Jepang terutama Tokyo, masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dari rumah ke kantor atau tempat perbelanjaan.

“Di Indonesia sekarang ini sepeda lebih untuk kegiatan olahraga dan jalan ramai-ramai, kemudian foto-foto. Sebenarnya, diharapkan sepeda ini dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari,” pungkasnya. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: