Ratusan Tumpeng Diarak dalam Puncak Merti Gunung Tidar Kota Magelang
- calendar_month 23 menit yang lalu

Prosesi kirab tumpeng pada Minggu (8/11/2026) menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Merti Gunung Tidar Tahun 2026. (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Prosesi kirab tumpeng pada Minggu (8/11/2026) menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Merti Gunung Tidar Tahun 2026 yang dimulai sejak Jumat (6/11/2026).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa Merti Gunung Tidar bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk andar beni atau rasa memiliki terhadap alam semesta yang harus dirawat dan dijaga. Menurutnya, keberadaan Gunung Tidar memiliki ikatan yang tidak terpisahkan dengan identitas kota.
“Gunung Tidar itu Kota Magelang, dan Kota Magelang itu Gunung Tidar. Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga Kota Magelang untuk terus menjaga karunia Tuhan yang berwujud Gunung Tidar ini,” ujarnya.
Puncak acara pada Minggu pagi diawali dari kawasan Masjid Agung dan Alun-Alun Kota Magelang yang dihadiri oleh seluruh perwakilan RW se-Kota Magelang. Para peserta kemudian berjalan bersama dalam kirab tumpeng menuju Gunung Tidar.
Damar berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menjelaskan bahwa rangkaian Merti Gunung Tidar bertujuan untuk memelihara dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam nguri-uri (melestarikan) budaya lokal.
“Merti itu artinya memelihara, bersama-sama bergotong royong untuk bagaimana nguri-uri budaya yang ada di tempat mereka. Khususnya biar masyarakat memahami terkait dengan Gunung Tidar yang disebut sebagai Pakuning Tanah Jawa,” jelasnya.
Ia memaparkan, rangkaian kegiatan ini diawali dengan pengajian pada Jumat. Dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian, dan lomba penjor pada Sabtu.
Lomba penjor ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari perwakilan Rukun Warga (RW), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Penjor-penjor tersebut dipasang di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, Jalan Pemuda, hingga di kawasan Gunung Tidar. Sebanyak 134 penjor berpartisipasi dalam perlombaan ini.
Sementara itu, puncak acara ditandai dengan kirab tumpeng dengan melibatkan 192 tumpeng yang dibuat masing-masing RW, ditambah dua tumpeng dari Pemkot Magelang. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar