Menikmati Sensasi “Jembatan Langit” Di Puntuk Mongkrong

BNews–BOROBUDUR– Deretan perbukitan menoreh Borobudur menawarkan pesona alam yang luar biasa. Salah satunya adalah Puntuk Mongkrong di Dusun Kamal Desa Giri Tengah Kecamatan Borobudur ini.

Ya, puntuk ini adalah puntuk tertinggi disana. Lebih tinggi dari puntuk-puntuk lain karena berada di 624 Mdpl.

Dengan ketinggiannya itu, tentu saja Puntuk Mongkrong akan menawaran pemandangan yang super indah. Bentangan alam berupa Gunung Merapi Merbabu dan Sumbing terpampang nyata di depan mata.

Rute menuju Punthuk Mongkrong dari Candi Borobudur dimulai dengan menyusuri jalan beraspal yang berada disamping Hotel Manohara Resort Borobudur. Ikuti jalan beraspal tersebut menuju ke arah Majaksingi atau Hotel Amanjiwo Resort. Saat memasuki perempatan sebelum SDN Tuksongo I, ambil jalan ke kanan menuju perempatan Gunden. Dari perempatan Gunden pilihlah jalan ke arah kiri menuju ke Balai Desa Giritengah.

Papan petunjuk arah menuju ke Punthuk Mongkrong Magelang sudah ditemukan di sekitar Balai Desa Giritengah. Dari tempat ini perjalanan baru separuh jalan dan tantangan menuju ke puncak bukti tersebut baru akan dimulai. Perjalanan menuju Punthuk Mongrong dari Balai Desa Giritengah sementara ini hanya dapat dilalui dengan kendaraan beroda dua saja.

Kondisi kendaraan roda dua atau motor harus benar-benar prima untuk menaklukkan tanjakan meunuju lokasi.
Perjalanan menuju Punthuk Mongkrong Magelang dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang ada disamping rumah penduduk.

Puncak Punthuk Mongkrong ditandai dengan sebuah tugu batu yang bertuliskan “Situs BG 212 Punthuk Mongkrong Pangruwating Diyu”. Belum diketahui makna sebenarnya dari tugu batu atau tugu petilasan tersebut. Puncak Punthuk Mongkrong saat ini merupakan puncak paling tinggi diantara wisata perbukitan lainnya di sekitar Borobudur.

Area puncak bukit ini cukup sempit dan langsung dikelilingi oleh jurang. Fasilitas yang telah dibangun di sekitar puncak bukit ini baru sebatas bangku duduk, rumah pohon, dan spot foto selfie di jembatan tepi tebing. Keberadaan rumah pohon saat ini sepertinya wajib ada karena hampir semua wisata perbukitan memiliki daya tarik rumah pohon tersebut. Untuk kamar mandi umum masih harus menumpang pada rumah warga yang ada disekitar tempat ini.

Jangan lewatkan yang satu ini. Kami menyebutnya “Jembatan Langit”. Jembatan dari bambu di pinggir tebing ini menawarkan komposisi terbaik di sana. Seperti menghubungkan bumi dan langit. Ah Magelang memang surga kecil yang dititipkan Tuhan. (tim)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: