Menilik Museum SBY Di Komplek Akmil Magelang

BNews–MAGELANG– Selain di Pacitan Jawa Timur ada Galeri Ani Yudhonoyono, ternyata di Magelang juga terdapat sebuah Museum SBY. Tepatnya di area komplek Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Museum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah ada sejak tahun 2014 sialm.  Namun selama pandemi, museum tersebut ditutup dan belum bisa dikunjungi oleh publik.

Dilangsir dari kompas.com, Museum Paviliun 5 Akademi Militer (Akmil) Magelang tersebut diresmikan oleh SBY beberapa jam sebelum ia melepaskan jabatannya sebagai presiden 17 Oktober 2014 lalu.  Paviliun bernomor 5A dan 5B yang ada di Kompleks Akmil Magelang tersebut menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan SBY terutama saat ia menjadi prajurit militer pada tahun 1970-1973.

Paviliun tersebut tidak terlalu besar dan hanya berukuran 8×6 meter. Namun dahulu paviliun tersebut menjadi tempat tinggal ‘istimewa’ untuk taruna berprestasi. Sebut saja, mantan Komandan Kopassus Prabowo Subianto.

Prabowo tercatat menempati paviliun yang sama dengan yang ditempati SBY tahun 1974 bersama Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman juga menempati paviliun ini pada tahun 1978.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Lalu Panglima TNI Jenderal Moeldoko menempati Paviliun 5A ini tahun 1981. Nama putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, juga tercatat menempati paviliun ini pada tahun 2000. Sementara itu SBY menempati paviliun itu saat menjadi Komandan Divisi Korps Taruna, yang sekarang lebih dikenal sebagai Komandan Resimen Korps Taruna.

Saat masuk ke pavilun, pengunjung akan disuguhi suasana kamar tidur SBY yang masih asli. Di kamar tersebut ada tempat tidur kuno dari rangka besi lengkap dengan kasur kapuk dan bantal. Sementara di dinding, terdapat foto-foto kenangan SBY dan istri, Ani Yudhoyono saat masih muda.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Termasuk foto bersama anak-anaknya serta keluarga. Di paviliun itu juga ada sebuah lemari kayu yang berisi seragam, tas ransel, sepatu, dan topi perang.

SBY pernah bercerita, ia pernah menyimpan roti di sebuah meja di paviliun tersebut. Padahal jika ketahuan akan dimarahi oleh pelatih. “Ini (meja) kami menyimpan roti. Kalau ketahuan pelatih bisa berat hukumannya, tapi saya jarang, yang sering dimarahi Pak Sjafri (Letjen Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan),” tutur SBY sembari terkekeh dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 19 Oktober 2014.

Di samping kamar itu terdapat ruangan berisi alat perang dengan judul “Dari Timor Timur Hingga Bosnia”. Alat perang itu tersimpan rapi dalam etalase kaca memanjang.

Menuju ruang belakang paviliun, terdapat sebuah kamar mandi mungil yang sangat sederhana, berdinding semen dan closet jongkok. Di beberapa sudut terdapat beberapa benda kesayangan SBY seperti sepeda onthel kuno, pakaian, tongkat kebesaran, hingga podium pidato kepresidenan dengan latar banner foto Istana Negara Jakarta.

Sedangkan di bagian belakang paviliun, para pengunjung akan disuguhi beragam tulisan tentang sepak terjang dan prestasi SBY sebagai kepala negara

Salah satunya kisah SBY saat menyelamatkan dua jurnalis Indonesia yang disandera pemberontak di Irak dan artikel-artikel lainnya. Di prasasti batu besar di dekat pintu keluar Paviliun 5 terdapat kalimat ungkapan SBY, “Tidak ada jalan lunak untuk mencapai cita-cita yang besar.” (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: