Merasa Tersingkirkan Di Pasar Kaliangkrik, Puluhan Orang Gruduk Kantor Bupati Magelang
- calendar_month Jum, 3 Des 2021

Puluhan orang orasi di depan Kantor Bupati Magelang terkait pasar kaliangkrik
BNews–MAGELANG– Puluhan orang yang mengaku sebagai keaman dan juru parkir di Pasar Kaliangkrik gerudug kantor Bupati Magelang kemarin (2/12/2021). Pasalnya mereka merasa tersingkirkan oleh Dinas terkait setelah Pasar Kaliangkrik yang baru ditempati.
Dengan membawa beberapa poster protes, mereka berteriak menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Magelang. Namun karena belum ada pemberitahuan sehingga tidak ada pejabat yang menemui. Akhirnya Usai menyampaikan oransinya mereka diinta membubarkan diri oleh petugas dari Polres Magelang.
Koordinator lapangan Khoirul Naim menyampaikan terpaksa melakukan aksi karena kelompoknya merasa sudah tidak diakomodir sejak pasar Kaliangkrik selesai dibangun. Pasalnya sekarang keamanan dan parkir dikelola oleh Pemerintah Desa Kaliangkrik.
“Kami menuntut hak-hak kami, kami yang berjuang matia-matian selaku jasa keamanan dan parkir sejak di pasar penampungan. Saat pasar jadi dan dibuka disitu kami tidak diampu, kami tidak ditampung, dan tidak digunakan, dibuang begitu saja, dan itu fakta,” ungkapnya.
Dia menyatakan bahwa Disperindagkop dan UMKM telah menyerahkan kepada pihak kepala desa dan karang taruna. Namun kata dia, pemerintah desa tidak menyampaikannya kepada kelompoknya yang bisa dipakai sebagai pegangan.
“Di lapangan tidak sesuai yang disampaikan oleh Dinas Pasar. Kami dan temen-temen yang sudah berjuang sejak di penampungan itu tidak diampu bahkan kami harus bergabung dengan kelompok-kelompok yang sudah dikondisikan. Ini ada indikasi membenturkan dan sengaja ada bola api yang dilempar,” ujar Naim.
Naim menilai bahwa Dinas Pasar melalui Kabidnya telah menyerahkan kewenangan kepada Kepala Desa dan karang taruna, namun faktanya banyak orang luar yang ikut di dalamnya. Selebihnya ditemuakan 260 lebih sertifikat bodong yang sekerang masih ditangani Polsek setempat.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kalau tidak percaya bisa ditanyakan langsung ke Polsek sana, sekarang sudah diamankan oleh Kepolisisan. Dan semua pedagang tetap bisa berdagang, kami yang amankan. Tetapi sekarang kami disingkirkan, kami merasa dizdlolimi. Kami berharap Bapak Bupati bisa mendengar dan kami tetap bisa diampu disitu,” harap Munir.
Mereka gagal menemui Bupati dan membubarkan diri setelah ada penjelasan dari Polisi bahwa mereka belum menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada Kepolisian.
Sementara Kabid Pasar Disperidagkop dan UMKM Hardhan saat dikonfirmasi di kantornya berharap masalah ini segera bisa dikondisikan dan pasar bisa berjalan dengan aman.
“Semoga segera ada komunikasi dan bisa dikondisikan dengan baik,” harapnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar