Meski Wisatawan Sepi, Kampung Ulu Mungkid Gelar Bakti Sosial

BNews–MUNGKID– Ada yang berbeda dilakukan para karyawan Kampung Ulu Resto Mungkid ini. Biasanya melayani ratusan wisatawan, kini mereka lakukan bakti sosial setiap sore di pinggir Jalan Palbapang-Borobudur.

Tampak beberapa karyawan membagikan sebuah bingkisan plastik setiap sore bagi pengendara jalan yang melintas di depan lokasi mereka bekerja. Bukan masker maupun handsanitizer, namun wedang jahe (minuman jahe).

Memang berbeda dari yang mungkin aksi pembagian lainnya, wedang jahe ini inisiatif langsung General Manager Kampung Ulu Resto, Wasiran. Dimana upaya tersebut menjadi salah satu langkah mereka membantu masyarakat meningkatkan imun tubuhnya.

“Melihat wabah corona ini gejalanya terdapat panas yang cukup tinggi di badannya, oleh sebab itu kita ingin berbagi minuman jahe. Kenapa harus minuman tersebut, karena wedang jahe ini merupakan minuman herbal multi khasiat,” katanya saat diwawancarai Borobudurnews.com (7/4/2020).

Ia menjelaskan, bahwa wedang jahe ini memang sejak dahulu terkenal khasiatnya. Selain menambah kekebalan tubuh juga mampun menormalkan suhu badan manusia.

NEWS: Bagikan wedang jahe untuk tingkatkan daya tahan tubuh (7/4/2020)-(Foto: istimewa)
NEWS: Bagikan wedang jahe untuk tingkatkan daya tahan tubuh (7/4/2020)-(Foto: istimewa)

“Apalagi wedang jahe asli yang kita buat, langsung jahe putih atau merah asli kita bakar dan dibuat minuman. Khasiat terpenting juga mampu mempelancar aliran darah di paru-paru kita,” jelasnya.

Loading...

Wasiran juga mengungkapkan, bahwa corona itu rata-rata membuat daya tahan tubuh manusia drop. Orang yang sehatpun bisa daya tahan tubuhnya tiba-tiba turun.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Nah minum jahe ini di rekomendasikan untuk memulihkan daya tahan tubuh kita. Misal kita sehat, setiap malam mau tidur itu minumlah wedang jahe, nanti saat bangun pati terasa lebih fresh lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sudah lama mengkonsumsi wedang jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, “Jadi ini pengalaman pribadi kita terus diterapkan dalam begi-bagi kepada masyarakat semampu kita,” imbuhnya.

Pembagian sendiri dilakukan setiap sore mulai pukul 15.00 wib hingga habis. Setiap pembagian, Wasiran mengaku sering menghabiskan bahan baku jahe sekitar 2 kg, yang dijadikan sekitar 50-60 cup wedang jahe.

“Kita lakukan setiap sore, karena kalau pagi atau siag takutnya memancing kerumunan masyarakat padahal kan anjurannya tidak diperkenankan. Dan proses ini sudah dilaksanan hampir 2 minggu berturut-turut,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh karyawan Kampung Ulu Resto secara bergantian setiap harinya. “Kita lakukan pergantian jadwal setiap hari untuk semua karyawan. Hal ini juga untuk menghindari PHK karyawan, kasihan nanti mereka mau bekerja apa,” papar Wasiran.

“Saya harap kondisi ini cepat berlalu, dan kembali normal. Sehingga tidak semakin parah dampaknya,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: