Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Metode Pewarnaan Alami Efisien dari Batikjolawe Jadi Sorotan di Konferensi Regional

Metode Pewarnaan Alami Efisien dari Batikjolawe Jadi Sorotan di Konferensi Regional

  • calendar_month Ming, 3 Agu 2025

BNews-JOGJA– Produksi batik ramah lingkungan (eco-friendly) tidak cukup hanya menggunakan pewarna alami, tapi prosesnya harus efisien dalam menggunakan air, bahan bakar, meminimalkan gangguan kesehatan pekerja dan meminimalkan air limbah. Selama ini proses tersebut jauh dari efisien.

“Metode 4-Hemat Batikjolawe untuk Pewarnaan Alami Batik menjadi salah satu alternatif solusi mengefisienkan proses dengan hasil lebih efektif,” jelas Dedi H Purwadi pendiri dan pembatik pewarna alami Batikjolawe, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Regional Conference on Indigenous Knowledge and Innovatiosn on Natural Dyes, di Hotel Grand Keisha, Sleman, Yogyakarta, Senin (4/8/2025).

Menurut Dedi H Purwadi dalam presentasi pada konferensi yang diselenggarakan INDI UGM tersebut, dihadiri sejumlah peneliti; dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri, yakni Malaysia, Philipina dan Thailand tersebut; adalah berdasarkan pengalaman produksi di Batikjolawe sejak 2021, dengan menerapkan Metode 4-Hemat Batikjolawe proses pewarnaan batik pewarna alami bisa jauh lebih efisien.

Efisiensi tersebut karena dengan metode ini menghemat air secara signifikan, tidak menggunakan bahan bakar (gas maupun kayu); mengurangi air limbah bilasan, meminimalkan asap dari perebusan saat penyiapan kain, dan ekstraksi bahan pewarna dan bisa menghemat tenaga dan waktu pekerja.

“Dengan metode ini kita tidak perlu merebus kain untuk mordanting (penyiapan kain untuk diwarna alami – red.). Tidak perlu merebus bahan pewarna untuk ekstraksi. Sehingga tidak memerlukan bahan bakar. Cost bisa dihemat,” ujarnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses tersebut, lanjutnya, juga bisa dipangkas.

“Proses mordanting kain yang dengan cara lama membutuhkan waktu lebih dari 12 jam, dengan metode ini cukup 2 menit perendaman. Proses ekstraksi hanya sekitar 1 jam, warna sudah pekat dan bisa digunakan tanpa perlu pendinginan berjam-jam,” ujar pendiri Batikjolawe yang juga pembatik itu.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Penghematan air, menurut dia, bisa mencapai 80 persen dibandingkan cara lama yang juga diterapkan di Batikjolawe selama 11 tahun sejak 2010.

Hal ini, katanya, karena proses mordanting hanya memerlukan sekitar lima liter air mengandung mordan khusus bernama mordan EM3 Batikjolawe.

Sebelumnya, bisa membutuhkan 30 liter air untuk perebusan.

Pekerja juga bisa terhindar dari terpapar asap selama proses mordanting dan ekstraksi bahan pewarna alami.

Paparan asap ini dalam waktu panjang dan terus menerus berkemungkinan mengganggu mata dan sistem pernafasan akibat menghirup asap.

Dijelaskan Dedi H Puwadi, selain proses bisa lebih efisien, penerapan Metode 4-Hemat Batikjolawe juga efektif meningkatkan; kekuatan warna terhadap proses nglorod dan meningkatkan daya serap kain terhadap pigmen warna.

“Jika dengan cara lama harus pencelupan tiga kali atau bahkan lebih, dengan metode ini cukup dua kali, bahkan bisa hanya sekali celup dengan hasil warna yang setara,” ujarnya seraya menunjukkan perbandingan hasil penyelupan cara lama dengan Metode 4-Hemat Batikjolawe.

Disampaikan, bahwa Metode 4-Hemat Batikjolawe mulai dikenalkan melalui workshop-workshop pewarnaan alami batik di Batikjolawe; kepada perorangan maupun kelompok mulai tahun 2022.

Selain itu, dikenalkan juga ke pembatik di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ke pengusaha batik di Sulawesi Selatan dan Payakumbuh, Sumatera Barat; serta ke Kelompok Batik Nitik Kembangsore, Trimulyo, Kabupaten Bantul.

Dedi H Purwadi juga menambahkan, seorang pembatik dari Imperata Batik, Makassar, Sulawesi Selatan, Fitriana saat berkunjung; di Pewarna Alami dan workshop batik pewarna alami Batikjolawe Dusun Kalangan RT 05, Kelurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta; mengaku sangat terbantu dengan metode ini.

Alasannya, metode ini sangat menghemat air, bahan bakar, tenaga dan waktu.

“Sangat efisien, sangat hemat air, waktu, tenaga. Satu orang bisa mengerjakan sepuluhan meter. Hasil warnanya; juga melekat kuat,” kata Dedi H Purwadi menirukan Fitriani, dari Imperata Batik, Makassar, Sulawesi Selatan. (*/al)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less