Minta Foto Bugil dan Peras Korban, Polisi Gadungan di Kota Gadis Diringkus

BNews–MADIUN– Seorang Polisi Gadungan dirungkus jajaran Polres Madiun. Pasalnya pelaku ini melakukan penipuan dan memeras perempuan di Kota Gadis tersebut.

Pihak kepolisian juga mengaku terus mengembangkan kasus tersebut. Karena dugaan sementara, korband dari Polisi gadungan tersebut lebih dari satu orang.

“Sejauh ini yang melaporkan baru satu korban. Tapi kemungkinan korban lain masih ada. Ini masih kita tindak lanjuti,” kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota, Iptu Fatah Meilana lewat rilsnya (21/7/2020).

Pelaku ini berinisial DH seorang pengangguran asal Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Ia dilaporkan salah satu korban yang merupakan seorang Gadis sebut saja Bunga.

Bunga ini mengaku mengenal tersangka yakni DH berawal dari sosial media Facebook. Hubungan mereka kemudian berlanjut sampai keduanya berpacaran.

DH mengaku kepada korban adalah seorang anggota polisi di Polda Jawa Timur bernama Agung Pratama. Padahal, tersangka ini merupakan seorang pengangguran.

Lantas DH ini memberikan janji-janji manis kepada korban hingga akhirnya terbuai. “Saat awal-awal menjalani hubungan, DH atau Agung Pratama ini meminta foto bugil kepada korban. Karena sudah terbuai dengan rayuan tersangka, korban pun mengirim foto bugil melalui WA,” kata Fatah.

Setelah itu, tersangka kemudian mulai menciptakan kejadian palsu bahwa seolah-olah Agung Pratama tersandung masalah narkoba. Sedangkan handphone miliknya yang berisi foto bugil korban disita oleh pihak kepolisian.

DOWNLOAD MUSIK (KLIK DISINI)

Selanjutnya, DH meminta kepada Bunga untuk menghubungi AKP Hariyanto yang mengurus kasus yang menjeratnya. Tersangka meminta kepada korban supaya memberikan sejumlah uang kepada AKP Hariyanto dengan tujuan supaya file foto bugilnya tidak dilanjutkan ke meja hukum.

“Jadi antara Agung Pratama dan AKP Hariyanto ini ya tersangka itu. Jadi satu orang. Korban tidak tahu Agung Pratama maupun AKP Hariyanto karena memang belum pernah bertemu secara langsung,” jelasnya.

Fatah menuturkan hingga akhirnya korban pun menyerahkan uang dengan total Rp90 juta supaya foto-foto syur di HPnya tidak dipidanakan. Tidak hanya diperas uang puluhan juta, tetapi tersangka pun meminta korban untuk melayani birahinya.

“Karena takut fotonya disebar, korban pun menuruti permintaan tersebut,” ujarnya.

Fatah menyampaikan dengan modus operasi yang dilakukan polisi gadungan ini dengan menjalin hubungan asmara kemudian meminta untuk mengirim foto bugil. Dimungkinkan korban tersangka ini lebih dari satu.

Selain itu, ternyata tersangka pun pernah menjalani hukuman penjara satu tahun dalam perkara penyebaran konten pornografi yang ditangani Polres Sleman pada tahun 2015. Saat ini tersangka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*/Islh)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: