MIRIS !! Ibu Muda Sedang Hamil Disuruh Mencuri Oleh Sang Suami Untuk Beli Sembako

BNews–NASIONAL– Kepepet butuh uang untuk lebaran, suami berinisial H menyuruh istrinya, RG (35) yang sedang hamil muda untuk melakukan aksi kriminal.

Tak ingin istrinya sendirian, suami pun meminta sang adik ipar, RD (23) untuk membantu RG.

Namun apes, kedua kakak adik RG dan RD itu kini ditangkap polisi.

Keduanya ditahan di sel tahanan Polsek Ilir Barat 1 Palembang, Sumatera Selatan.

RG dan RD ditangkap lantaran kompak berbuat terlarang, membobol warung pemilik kontrakan yang mereka tempati di Jalan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Keduanya ditangkap di kontrakan mereka beberapa hari setelah beraksi, Kamis (21/4), sekitar pukul 21.15 WIB.

Ibu hamil itu menjelaskan, saat beraksi suaminya menunggu di luar. Sedangkan dia dan adiknya masuk dengan cara menjebol atap warung pemilik kontrakan yang sudah sekitar satu tahun ditempatinya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISNII)

Diakui RG, ketika itu ia dan suami kepepet butuh uang untuk beli sembako jelang lebaran. Hingga kemudian, sang suami memiliki ide keji untuk membobol warung pemilik kontrakan.

“Kami terpaksa begitu karena tidak ada uang untuk hidup. Saya sekarang lagi hamil anak ketiga. Suami saya tidak ada pekerjaan tetap,” kata RG sembari menangis, dikutip kompas.

“Semua ini saya lakukan untuk membeli sembako untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara, Kapolsek IB I, Kompol Roy A Tambunan mengatakan, aksi pencurian tersebut terungkap ketika IC (33) sang korban hendak membuka warung.

Korban langsung syok melihat plafonnya rusak serta beberapa barang warung hilang. Uang jutaan rupiah juga raib digondol kakak adik tersebut.

“Akibat kejadian itu, korban kehilangan dua tabung gas, 22 selop rokok serta pagar besi di kosannya sudah hilang. Selain itu korban juga kehilangan uang Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Beberapa hari usai kejadian, lanjut Kapolsek, korban mendapat informasi ada yang menjual pagar seperti miliknya.

Kemudian didapat informasi bahwa pelaku pencurian tersebut tidak lain merupakan penyewa di kontrakan miliknya, lalu dilaporkan ke polisi.

Di hadapan awak media, RG sang ibu hamil itu mengungkapkan penyesalannya telah melakukan aksi pencurian.

Wanita 35 tahun itu pun terisak menyebut kalau aksi kriminalnya itu adalah ide suami.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISNII)

“Saya sangat menyesal. Ini semua ide suami saya, inisialnya H dan masih buronan,” ungkap RG seraya berlinang air mata.

Tak hanya itu, RG juga meminta agar dirinya diberikan keringanan hukuman.

Pelaku mencemaskan kondisi kedua anaknya yang harus lebaran tanpa orangtua.

Sebab, ia kini harus mendekam di sel tahanan sementara suaminya H telah melarikan diri dan menjadi buronan.

“Saya bingung nanti anak saya gimana. Saya menyesal sudah ikut mencuri,” jelasnya.

Sambil mengelus perutnya yang hamil 3 bulan, RG tak menyangka jika suaminya tega membiarkan ia dan adiknya dipenjara.

“Saya benar-benar tidak menyangka, apalagi saya sedang hamil muda. Padahal suami saya otak semuanya, tetapi yang dipenjara justru saya dan adik kandung saya,” ucapnya.

Saat ini, H, suami RG yang juga dalang dari aksi pencurian itu melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas.

Sedangkan korban IC mengaku, warung milik ibunya itu sudah sering dicuri.

Bahkan, ia pun terkejut bahwa pelaku itu adalah penghuni kontrakan mereka sendiri.

Selama tinggal di sana, RG bersama suaminya pun diperlakukan dengan baik.

Mereka juga mengetahui kondisi kehidupan pelaku dan sering dibantu.

“Bahkan biaya kontrakan sering kami (beri) keringanan. Tapi mereka tidak tahu terima kasih, kami kurang baik apa sama mereka ini,” beber dia dengan nada kesal.

IC sampai saat ini meminta agar proses hukum tetap berjalan, agar memberi efek jera kepada para pelaku.

“Warung kami sudah sering kehilangan, bisa jadi mereka juga yang mencuri. Untuk saat ini kami meminta agar diproses hukum dululah,” tutur dia.

Atas perbuatannya, kedua kakak adik itu terancam dipenjara 7 tahun.

“Atas perbuatannya, korban dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4, ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Kompol Roy A Tambunan. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: