Misteri Noni Noni Belanda di Bekas Pabrik Pinus Dukun

BNews–DUKUN— Sebuah bangunan bekas pabrik masih berdiri cukup kokoh di Dusun Plambongan Desa/Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Bangunan di era 40-an ini kini menyisakan banyak misteri.

Borobudurnews mencoba mendatangi bekas pabrik pengolahan getah pinus ini. Lokasinya ada di sebuah lahan kosong. Di ujung kampung. Cukup jauh dari rumah warga.

Bangunan saat ini masih tertutup oleh kokohnya banteng yang mengelilinginya. Meski ada beberapa titik yang runtuh ditutup oleh warga menggunakan pagar bambu.

Pabrik ini dulu dikenal sebagai pabrik Gondorukem. Gondorukem sendiri berarti getah pinus. Bangunan yang tinggal tersisa puing-puing tak berbetuk dengan ditumbuhin tanaman liar ini dikepung sebuah beteng ini memang mengolah getah pinus jaman dulunya. Yang tersisa kini hanya bangunan tua dan kesan angker.

Hanya ada satu orang warga yang berani memanfaatkan lahan kosong di sekitarnya. DIa menanam tanaman palawija.

Achmadi,33 Kepala Wilayah yang membawahi dusun tersebut tak menampik cerita mistis di dalam gedung itu. Mulai dari penampakan pekerja pabrik sampai sosok nona-nona Belanda yang berlalu lalang dalam lokasi tersebut.

“Sempat beberapa warga disini berkali kali juga dilihati sosok-sosok pekerja pabrik dengan menggunakan pakaian jama dulu yang sedang mengangkat getah pinus, ada pula nona-nona belanda berpakaian puih model bangsawan Belanda jaman dulu jalan-jalan berkeliling dalam komplek tersebut setiap malam-malam tertentu,” ungkapnya.

Bangunan dan lokasi yang sekarang menjadi hak milik Perhutani ini memang tidak terawat alias terbengkalai. Saking kebiasaan dengan situasi seperti itu warga sekitar juga tidak ada kesan takut atau ngeri kalau melintas lokasi tersebut setiap malam.

“Saking biasanya mungkin ya warga disini tidak takut ataupun enggan lewat situ walau terkadang kalau melintas bisa bikin bulu kuduk berdiri termasu saya sendiri,” pungkasnya. (bsn/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: