Mitos Air dari Benda Purbakala di Mertoyudan Banyak Dipakai Jadi Obat Alternatif

BNews—MERTOYUDAN— Sebuah artefak menyerupai Yoni atau lumpang ditemukan di Dusun Plandi, Desa Pasuruan, Kecamatan Metoyudan. Sebagian masyarakat percaya, air yang berasal dari Yoni itu mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Kendati belum pernah dilakukan uji laboratorium, beberapa orang mengaku sudah membuktikannya khasiatnya. Salah satunya adalah Triyuli, seorang warga Pasuruan yang mengaku bila beberapa orang langsung sembuh berkat air dari Yoni tersebut.

”Percaya tidak percaya, banyak yang cocok. Ada yang sakit matanya sembuh setelah ditetesi air dari Yoni,” aku dia.

Menurut Triyuli, mitos air mujarab tersebut santer beredar di masyarakat berkat getuk tular. Dari mulut ke mulut. Hingga kini, tidak sedikit yang berondong-bondong mencoba datang untuk membuktikannya.

”Pertama mereka datang karena penasaran dengan bentuk Yoni. Kedua karena ingin membuktikan langsung kebenaran mitos air ini,” imbuhnya.

Juru pelihara situs Plandi, Siti Bachriyah menerangkan, sebenarnya situs tersebut sudah lama diketahui masyarakat. Namun baru digali atau dilakukan ekskavasi oleh Dinas Purbakala pada bulan Oktober 2019. Kemudian oleh warga menamakan situs yang diduga peninggalan purbakala itu dengan sebutan Candi Wurung.

”Karena bongkahan besar batu berukir ini seolah belum selesai pembangunannya. Bahasanya Jawanya wurung alias belum rampung,” kata Siti.

Siti menjelaskan, bongkahan batu Yoni yang ditemukan di atas gundukan tanah atau bukit kecil merupakan bagian inti situs Plandi. Penggalian dilakukan pada tanah bukit. Kemudian ditemukan bangunan berupa penampungan air atau bak yang terbuat dari batu bata tebal.

”Dimungkinkan dahulu situs ini merupakan tempat ritual pemujaan Agama Hindu,” jelasnya.

Imbuh dia, usai dilakukan penggalian, oleh Dinas Purbakala bangunan di bawah tanah tersebut ditutup plastik besar agar tidak rusak dan ditimbun tanah kembali. Sekeliling situs kemudian dibangun pagar besi supaya lebih aman.

”Selain situs tersebut, di Dusun Plandi pada tahun 2018 juga ditemukan prasasti oleh warga saat menggali tanah untuk produksi batu bata. Tetapi sudah diamankan Dinas Purbakala,” pungkas Siti yang juga merupakan staf kantor Desa Pasuruan. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: