Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Teroris Ditangkap di Sleman Spesialis Profokatif di Media Sosial dan Residivis Narkoba

Teroris Ditangkap di Sleman Spesialis Profokatif di Media Sosial dan Residivis Narkoba

  • calendar_month Sel, 24 Jan 2023

BNews–SLEMAN-– Kabar mengejutakn dari kasus penangkapan tersangka teroris di Sleman Yogyakarta. Ternyata teroris tersebut residivis kasus narkoba yang direkrut sebagai simpatisan ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah saat dipenjara di Nusakambangan.

AW, 39, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Pendowoharjo, Sleman, Minggu (22/1/2023). AW ditangkap pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.

AW yang terlibat dalam perkara tindak pidana terorisme merupakan simpatisan ISIS yang aktif mengunggah gambar dan video propaganda ISIS di media sosial; serta mengunggah seruan provokatif untuk melakukan aksi teror.

“AW menggunakan Facebook dan Telegram [untuk menyebarkan provokasi),” kata Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar di Jakarta, Senin (23/1/2023).

Saat ini, penyidik masih memeriksa AW secara intensif. AW adalah residivis kasus narkoba. Dia pernah dipenjara di LP Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan bebas pada 2020.

Penyidik menyebut AW tergabung dalam kelompok Anshor Daulah (AD) dan direkrut sebagai simpatisan ISIS oleh salah satu jaringan teroris saat berada di tahanan. “Kemungkinan dia Anshor Daulah. Direkrut oleh salah satu jaringan yang berada satu sel dengan AW selama di LP Nusakambangan,” kata Aswin.

Sebelumnya, pada akhir 2022, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri mengedepankan langkah preventive strike; atau upaya mendorong pencegahan kejahatan sehingga para pelaku teror ditangkap sebelum melakukan aksinya; dan masyarakat merasa aman karena pelaku teror tidak sempat melakukan aksi teror yang menimbulkan rasa ketakutan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sepanjang 2022, ada 247 tersangka teroris yang ditangkap terdiri atas 97 dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI); 70 dari kelompok Ashor Daulah (AD), 46 dari kelompok Jamaah Anshorud Daulah (JAD), 20 kelompok Negara Islam Indonesia (NII); empat dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT), satu tersangka lone wolf, dan satu dari foreign teroris fighter (berpergian ke negara lain).

Dari 247 tersangka yang telah ditangkap, saat ini 169 orang dalam proses penyidikan, 56 orang sudah tahap P-21 (penuntutan); 17 orang tahap persidangan, empat orang meninggal dunia saat penindakan; dan satu orang meninggal dunia dalam aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap sepanjang 2022 menurut catatan Polri menurun 123 orang atau 33,2% dari 2021 yang jumlahnya sebanyak 370 orang tersangka.

Jumlah aksi teror yang terjadi pada 2022 menurun lima kasus atau 83% dibandingkan dengan 2021 (dari enam aksi menjadi satu aksi di Polsek Astanaanyar). (*)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less