Modal BPKB Palsu, Mantan Pegawai BPR Berhasil Cairkan Kredit Rp300 Juta

BNews—JOGJAKARTA— Bermodalkan surat Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu, DH, 30, berhasil mencairkan kredit Rp300 juta. Warga Gamping Sleman ini mengajukan kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kawasan Sinduadi, Mlati Sleman sebelum akhirnya terkuak dan ditangkap polisi.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto membenarkan kasus penipaun tersebut. Diampingi Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto, ia mengatakan pelaku menjaminkan BPKB Mistubishi Pajero Palsu. Uniknya, pelaku merupakan mantan pegawai BPR hingga bisa mencari celah agar kredit cair.

”Aksi pelaku ini diketahui pihak BPR setelah curiga pelaku tak bisa membayarkan angsuran dari uang pinjaman sebesar Rp300 juta,” beber Kompol Hariyanto, Senin (14/12).

Hariyanto menjelaskan, kronologi bermula ketika pelaku pada bulan lalu meminjam uang sejumlah Rp300 juta di BPR dengan jaminan BPKB. Namun ternyata, angsuran tidak dibayarkan sehingga pihak BPR mencari tahu domisili pelaku.

”Saat itulah pihak BPR baru tahu kalau BPKB Pajero yang dijadikan jaminan palsu setelah kepastian keaslian BPKB didapatkan dari hasil analisis petugas Ditlantas Polda DIJ,” katanya. 

Pihak BPR pun langsung melapor ke polisi. Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan. Berbekal informasi dari saksi-saksi, pelaku berhasil diamankan di sebuah kos kawasan Sinduadi Mlati Sleman. 

Kepada petugas, pelaku mengaku jika BPKB yang dijadikan jaminan itu memang palsu. Dia membelinya dari seseorang yang kini masih dalam pencarian.

Loading...

”Pelaku nekat melakukan penipuan karena butuh uang untuk bayar utang,” jelasnya. 

”Jadi pelaku ini membeli BPKB palsu dari seseorang yang masih dalam pencarian. Kalau sudah tertangkap kita akan tahu orang itu mendapatkan BPKB palsu itu dari mana,” terangnya.

Selain untuk bayar utang, uang pinjaman sebesar Rp 300 juta telah dihabiskan untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan hidup. ”Barang bukti yang kami sita, antara lain BPKB palsu dan satu lembar slip penarikan tunai,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 263 KUHP atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: