Nenek di Temanggung Meninggal Dibacok Saat Lindungi Imam Salat Subuh

BNews—TEMANGGUNG— Seorang nenek bernama Trimah, 63, meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Temanggung. Korban diduga kehabisan darah usai dibacok saat melindungi imam masjid saat salat Subuh.

Data yang dihimpun, korban diketahui merupakan warga Dusun Sigra, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Sementara imam salat yang juga menjadi target penyerangan yakni Kiai Muh Dhori, 69, dengan pelaku yang tak lain tetangganya, MUN, 55.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan mengatakan, perisatiwa ini terjadi pada Minggu, (14/3), sekitar pukul pukul 05.15 WIB. Saat itu, Muh Dhori menjadi imam salat subuh di Masjid Al Amin, sedang Trimah menjadi makmum.

”Hingga kemudian datang terduga MUN, masuk masjid dengan membawa sebilah senjata tajam lalu melakukan kekerasan pada Muh Dhori. Dia luka pada kepala dan tangan,” katanya, Senin (15/3).

Menyaksikan kejadian itu, Trimah yang berada di saf wanita, maju kedepan berusaha melindungi suaminya. Praktis, ia turut terkena senjata tajam yang diayunkan Mun hingga menderita luka pada bagian kepala.

”MUN langsung melarikan diri dari masjid dan menyerahkan diri ke Polsek Kaloran. Sedang korban dibawa ke RSUD Temanggung oleh jamaah di masjid tersebut,” jelasnya.

Kiai Muh Dhori yang juga suaminya, masih dalam perawatan intensif di RSUD. Kondisinya dilaporkan mulai membaik. Muh Dhori yang saat kejadian menjadi imam di masjid Al Amin di dusun tersebut mengalami luka bacok pada kepala dan tangannya.

”Tersangka pembacok, MUN, yang merupakan tetangga korban kini dalam pemeriksaan dan pendalaman Satreskrim Polres Temanggung. Ia menyerahkan diri di Mapolsek Kaloran sesaat setelah melakukan pembacokan dengan membawa senjata tajam yang digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya hingga kini tengah mendalami keterangan dari tersangka utamaya tentang motif yang sebenarnya melakukan kekerasan. Namun dipastikan MUN tidak mengalami gangguan jiwa.

Keterangan awal yang didapat, terduga punya dendam pribadi dengan korban sehingga nekad melakukan kekerasan. ”MUN punya dendam pribadi dengan korban, petugas terus dalami, sejauh ini MUN bersikap kooperatif,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: