Ngamuk Bawa Clurit, Seorang Nenek Meninggal Dan Lima Orang Terluka Kena Sabetan

BNews–JATENG– Suasana desa mendadak gempar dengan adanya seorang pria yang mengamuk menggunakan clurit dan melukai warga lain (17/3/2021). Akibatnya lima orang terluka dan satu orang meninggal dunia.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Desa Argopeni, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, sekita jam  15.30 wib. Dimana pelaku adakah HS, 54, yang tiba tiba mengamuk membawa celurit.

Pelaku ini melukai satu keluarga yang nota bene masih tetangga dekatnya. Dan seorang nenek bernama Halimah, 60, harus merenggut nyawa terkena sabetan clurit yang dibawa pelaku.

Terdapat lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat sabetan benda tajam dan dilarikan ke rumah sakit. Darah pun bercucuran di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa berdarah itu berawal usai pelaku pulang dari sawah. Kemudian pelaku membereskan jemuran gabah di halaman rumah. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba pelaku mengambil celurit, lalu mendatangi rumah para korban yang berjarak hanya dua rumah dari tempat tinggal pelaku.

Korban yang dibacok HS Ny Halimah meninggal setelah terkena sabetan celurit. Korban lainnya mengalami lula-luka serius akibat dibacok, termasuk anak berusia 10 tahun. Saat ini kelima korban masih dirawat intensif di RSUD dr Soedirman.

Mereka yang mengalami luka-luka terdiri atas Sari Lestari (35), luka benda tajam di punggung dan leher bagian belakang. Akbar Firly Ardiansyah (10), luka benda tajam di pipi kanan, tangan kanan dan lengan kanan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selanjutnya Wahyudi (25), luka benda tajam di pergelangan tangan. Mahludin alias Oong (41), luka terkena celurit di kepala bagian belakang dan punggung sebelah kiri. Kemudian Supriyanto (45), luka benda tajam di pipi bagian kanan dan janggut.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama yang dihubungi melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Namun belum bisa memberi keterangan karena masih dalam perjalanan dinas dari Semarang.

“Besok pers keterangan lengkap akan disampaikan langsung oleh Bapak Kapolres Kebumen,”ujar Kasubbag Humas Polres.

Dari data yang dihimpun, kronologis kejadian sekitarPukul 15.30 saksi tetangga korban melihat pelaku pulang dari sawah dan istirahat. Kemudian beberapa saat kemudian di depan lapak Merpati atau halaman banyak orang yang mainan burung dara.

Warga melihat pelaku lari dengan membawa celurit. Warga pun ikut keluar dan melihat pelaku membacok korban Mahludin alias Oong. Seorang tetanga korban berteriak minta kepada pelaku untuk menghentikan perbuatannya. Namun pelaku malah membabi-buta  melukai para korban.

Selanjutnya tetangga korban memberitahukan ke warga lainnya dan melaporkan ke Polsek Kebumen. Kapolsek Kebumen Kota AKP Tarjono Sapto Nugroho dan Kanit Reskrim Ipda Fuad Inayah serta  anggota segera mendatangi lokasi kejadian.

Anehnya warga melihat HS setelah beraksi dan sebelum diamankan polisi sempat mandi dan salat serta mengenakan baju koko dan peci. Hingga berita ini ditulis pelaku masih diamankan Satreskrim Polsek Kebumen dan di back up Satreskrim Polres Kebumen.

Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga ini telah dilaporkan Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Afiditya Arif Wibowo ke Dirreskrimum Polda Jateng. Pengakuan awal pelaku, HS merasa dendam karena pernah diejek oleh salah seorang korban. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: