Teka Teki Agama Maestro Campursari Didi Kempot

BNews—SOLO— Maestro campursari  Dionisius Prasetyo alias Lord of Broken Heart alias Didi Kempot  meninggal dunia dalam usia 53 tahun pagi ini (5/5) di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Sebelum tutup usia, sang legenda itu sempat menggelar konser amal dari rumah dalam rangka mendalang dana untuk masyarakat terdampak covid-19.

Dalam tiga jam, almarhum mampu menggalang dana sebesar Rp3,5 miliar. Dan total akhir terkumpul Rp7,3 miliar.

Didi Kempot dikenal sebagai seniman sejati yang tak pernah terlibat kontroversi. Di luar sana yang terkenal adalah karya-karyanya. Persoalan kehidupan pribadinya jarang sekali menjadi pembicaraan.

Namun pada momen kematiannya yang memukul para penggemarnya, beberapa informasi mengenai kehidupan pribadinya berseliweran. Dalam beberapa berita disebutkan bahwa Didi Kempot dulunya merupakan penganut agama Kristen.

Ia terlahir dari ibu yang beragama Kristen. Namun semenjak menikahi Yan Vellia yang merupakan partner kerjanya di konser-konser outdoor, Didi Kempot menjadi mualaf pada tahun 1997.

Informasi mengenai agama Didi yang sebelumnya adalah Kristen di berbagai web masih belum bisa dikatakan valid. Tetapi, nama asli Didi Kempot, Dionisius Prasetyo, memiliki unsur nama Kristen.

Nama lahirnya ini mengacu pada nama yang kerap digunakan oleh umat Kristiani. Nama Dionisius atau Dionysius diambil dari nama orang suci gereja Katolik, Santo Dionysius.

Di balik lagu-lagunya yang mayoritas bertema patah hati, Lord Didi sempat melantunkan lagu Islami berjudul Islam Nusantara. Lagu ini merupakan ciptaan Muslih (Manleh), ketua LPNU Kabupaten Semarang dan mantan sekum Ansor Jateng periode 1977-2002.

Dalam lagu tersebut Didi mengajak untuk megikuti kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU). Berikut lirik lengkapnya:

Islam Nusantara

Gambarnya bumi, ada talinya

Bintangnya sembilan, melingkari buminya

Itu lambangnya, juga tempatnya

Para kiai dan Ulama’nya

Itulah Nahdlatul Ulama

Sering disebut NU

Selalu gigih berjuang

Sejak jaman penjajahan

Dari itu mari kawan

Ikut NU dan Ulama’nya

Tuk membangun Islam Nusantara

Agar hidup nyaman sejahtera

Agar hidup nyaman sejahtera

Diridhoi yang maha kuasa

Apapun agama yang dianutnya, karya-karya Lord Didi akan terus abadi bagi para Sadboys dan Sadgirls di Indonesia. Lebih dari itu, kebaikan-kebaikan dan jiwa sosialnya akan selalu menginspirasi kita semua. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: