Nitizen Heboh Soal Nenek Sakit Tidur Beralas Tanah

  BNews–BOROBUDUR— Sebuah kejadian mengejutkan Netizen malam ini ( 13/2) dengan postingan dari akun Instagram @Magelang yang diunggah sekitar pukul 19.40 wib yang merepost dari akun Intagram @CakBudi. Bagaimana tidak membuat terkejut dan miris dengan postingan video pendek soal seoarang lansia dengan kejadian seperti itu.
Dalam video yang berdurasi kurang dari 1 menit ini di lampirkan mengisahkan kisah Andi Sarid petugas pendataan eKTp.
     Di Dusun Tuksongo II Rt:02 Rw:05 Kecamatan. Borobudur Kabupaten Magelan. Di mendapati salah satu warga lansia bernama mbah urip sedang tergeletak sakit di atas tanah didalam rumahnya.
     Dari keterangan mbah marto selaku suami dari mbah urip bahwa pasangannya sudah sakit selama 2 tahun dan tdk bisa apa-apa dan hanya tergeletak di tanah dalam rumahnya. mereka punya 3 anak tapi sudah meninggal semua.
       Mengetahui keadaan seperti itu pak andy memanggil warga dan mengangkat mbah urip untuk di pindah ke depan di atas tempat tidur yg hanya beralaskan tikar saja. .
“Semoga pihak pemerintah dan dinsos setempat bisa segera mendatangi mbah urip ini,” pungkas caption video itu.
      Belum 1 jam video ini di sebarkan sudah mencapai 1500 viewer lebih dan puluhan comentar yang ikut prihatin dengan keadaan mbah urip. Dalam postingan tersebut, penggungah berharap kepedulian dari pemerintah khususnya Dinas Sosial mau mendatangi dan membantu mbah urip.
       Dari pantauan BNews dengan berbagai comentar banyak yang menunjukan rasa prihatin dan menyarakan untuk segera laor ke Dinas Sosial Kabupaten Magelang. Ada juga yang mempertanyakan dimana letak rasa kemanusian dan gotong royong warga sekitarnya mengetahui hal tersbut, seperti yang di komentar yang lontarkan akun @ranggadwinugraha :
“Astagfirullah ini yang saya pikirkan selama 2 tahun terakhir warga / tetangga sekitar rumah kok tidak ada inisiatif untuk membantu??? Dimana letak gotong royong (manusiawi). Ini Magelang loh bukan Jakarta . Astaga. Miris saya lihatnya,” kata salah satu nitizen.
      Ketua DPRD Sariyan Adi Yanto yang memang aktif di medsos langsung merespon. Dia mengaku sudah meminta kepada Dinas Sosial untuk segera melakukan penanganan. “Dinsos malam ini mau membawa ke.rs tinggal tunggu ambulan. Pihak kecamatan juga sudah kita suruh  untuk minta klarifikasi ke pemdes setempat. Kalo itu dua tahunkenapa baru sekarang. Kecuali memang niat aparaturnya tidak direspon pihak keluarga,” katanya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: