Obat Petasan Meledak di Salaman Magelang Rusak 13 Rumah, Satu Orang Ditangkap Polisi

BNews–MAGELANG-–  Sebuah obat petasan kembali meledak dan menghancurkan rumah di Magelang Rabu malam (19/4/2023). Lokasi tepatnya di Dusun Kembang Desa Jebengsari Kecamatan Salaman.

Atas kejadian tersebut, jajaran Polresta Magelang melaksanakan serangkaian penyelidikan. Hasilnya satu orang berhasil ditangkap dan diamankan petugas Polisi dini hari tadi (20/4/2023).

Kapolresta Magelang KBP Ruruh Wicaksono, S.I.K.,S.H.,M.H., menerangkan bahwa pelaku yang diamankan berinisial EBW, 30 tahun. Ia berprofesi sebagai Satpam salah satu Bank di Magelang.

“Pria ini ditangkap dalam kasus kepemilikan, membuat dan menjual obat petasan yang tergolong bahan peledak. Yakni berupa saru karung mercon sudah jadi ukuran diameter 2 cm, panjang 5 cm, 3 kantong plastik mercon renteng. Dan  10 kg Potasiu. Barang Bukti itu ditemukan di rumah kosong milik pelaku di Kecamatan Tempuran,” katanya.

Pengungkapan kasus tersebut, lanjut Kapolresta  merupakan bagian dari hasil penyelidikan pasca ledakan petasan. Dimana yang menghancurkan 1 rumah milik pelaku yang rusak berat dan 12 rumah rusak ringan.

“Kejadian ledakan tersebut pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 Wib. Dan satu pelaku diamankan di Polsek Salaman,” ujarnya.

KBP Ruruh mengatakan dalam keberhasilan pengungkapan kasus obat petasan tersebut, petugas sebelumnya mendapatkan informasi;  jika rumah yang rusak akibat ledakan adalah milik pelaku.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saat itu kebetulan pas meledak pelaku tidak di rumah. Dan pada saat istri pelaku membersihkan kulkas yang berada di dalam rumah tiba-tiba terjadi ledakan diduga dari bahan petasan; yang disimpan oleh pelaku. Dan berakibat beberapa rumah rusak serta anak pelaku yang berada di dalam rumah mengalami luka ringan,” kata Kapolresta.

Setelah dilakukan penyisiran oleh Tim Jibom  Brimob Polda Jateng ditemukan juga titik ledakan. “Menurut keterangan pelaku, benar ada 8 kg bahan mercon jadi diletakan yang meledak,” imbuhnya.

Pelaku EBW menjelaskan bahwa mendapatkan bahan pembuat petasan tersebut dari membeli secara Online melalui aplikasi Shoppee; dan selanjutnya diracik sendiri.

EBW mengaku rencananya barang yang sudah jadi tersebut di masukkan ke dalam selongsong dan dijadikan petasan renteng untuk dijual.

“Saya melakukan kegiatan tersebut karena terdesak oleh kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Pelaku.

Atas keberhasilan pengungkapan tersebut dari Forkompimcam Kecamatan Salaman turut menghimbau; dan mengajak masyarakat agar bisa memberikan kenyamanan saat beribadah puasa maupun lebaran nanti dan bisa turut serta untuk menjaga keamanan dengan zero petasan.

Kapolsek Salaman AKP Sukarjo mengajak masyarakat untuk selalu melaporkan kejadian di sekitarnya bila berpotensi mengganggu keamanan; dan ketertiban bersama.

“Kami akan tindak lanjuti bersama Muspika dengan mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat Kecamatan Salaman; khususnya Kepala Desa Se-Kecamatan Salaman agar bisa diteruskan ke seluruh warga masyarakatnya. Bahwa telah disepakati zero petasan, kami harapkan semua lapisan masyarakat mendukung dan media juga bisa turut membantu,” tambah AKP Sukarjo.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dilokasi yang sama pula Dansat Brimob Polda Jawa Tengah KBP Yopie Indra Prasetya Sepang  mengatakan; bahwa pihaknya  Tim Gegana sudah di lokasi dan telah melakukan olah TKP untuk lakukan sterilisasi.

“Bahan petasan ini kondisinya tidak stabil jadi mudah sekali terpicu untuk meledak apakah itu karena getaran atau jatuh apalagi terkena api; dan untuk kejadian ini masih akan kita cari tahu faktor penyebabnya, sehingga kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang meracik petasan,” kata KBP Yopie Indra Prasetya Sepang, S.I.K., M.Si.

“Selama Ramadhan ini Polresta Magelang telah berhasil mengungkap kasus petasan atau bahan peledak sebanyak 10 kasus dengan 16 tersangka; dengan barang bukti obat mercon jadi sebanyak kurang lebih 200 Kg, sumbu mercon 434 lembar; dan bahan belum jadi seperti belerang kurang lebih 412,8 Kg, potasium 111 Kg, aluminium powder atau brom sebanyak 832,8 Kg; dan selongsong petasan sebanyak 1.190 buah berbagai ukuran, yang semua bahan tersebut telah di disposal atau dimusnahkan oleh Tim Gegana Sat Brimob Polda Jateng.

Sehubungan dengan perkara tersebut maka terhadap pelaku kami lakukan penyidikan dengan menerapkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tutup Kapolresta Magelang. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!