Orasi di Depan Ribuan Mahasiswa, Ganjar Siap Kawal Aspirasi

BNews–SEMARANG- Aksi menolak revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi, dan KUHP juga berlangsung di pusat ibu kota Jawa Tengah. Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor gubernuran.

Dengan membawa atribut dan jas almamater masing-masing mereka, mahasiswa berorasi menyampaikan tuntutannya. Beberapa anggota DPRD yang ingin menemui mereka ditolak.

Sekitar pukul 09.00 aksi mulai memanas. Saling dorong antara pengunjuk rasa dan apparat keamanan tidak bisa terhindarkan. Bahkan, pintu gerbang Gedung DPRD harus roboh.

Massa terus berteriak dan mendesak untuk bertemu dengan Gubernur. Demi mengamankan situasi, Ganjar pun akhirnya datang untuk menemui para mahasiswa.

Kedatangan Ganjar disambut tepuk tangan para peserta demo. Ganjar langsung menuju kerumunan mahasiswa dan naik ke sebuah mobil untuk orasi.

“Sejak beberapa hari ini saya mengikuti aksi ini, beberapa teman aktivis juga meminta izin untuk menggelar aksi. Saya persilahkan, bahkan sebenarnya saya sudah menyiapkan tempat sejak kemarin untuk menerima kawan-kawan yang akan menyampaikan tuntutan,” ucap Ganjar berbicara di atas podium orasi mahasiswa.

Seharusnya lanjut dia, para mahasiswa dapat menggelar aksi demo dengan tertib dan menyampaikan tuntutan dengan dialog yang baik. Tidak perlu lanjut dia, mahasiswa melakukan aksi yang merugikan, bahkan sampai merusak pagar dan taman.

“Pagar dan taman ini adalah uang dari kalian juga, seharusnya tidak perlu dirusak karena saya harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaikinya. Bagaimana kalau besok, saya undang kawan-kawan semua untuk bersih-bersih dan memperbaiki taman yang dirusak itu, setuju tidak,” tanya Ganjar dan dijawab dengan kompak oleh mahasiswa ‘setuju’.

Ganjar pun menegaskan akan menampung semua aspirasi serta tuntutan dari para mahasiswa. Ia akan menyampaikan aspirasi itu sampai ke tingkat pusat.

“Cukup banyak pesan yang disampaikan, nanti akan kami sampaikan ke pusat. Tadi mereka minta disampaikan ke DPR dan Presiden, tentu akan saya lakukan,” ucapnya.

Ganjar pun mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu. Meski sedikit memanas dan membuat pagar roboh, namun bagi dirinya hal itu masih merupakan hal yang wajar.

“Ya itu resiko, kalau massa banyak memang sulit mengontrol dan kerap menimbulkan situasi memanas. Ya tidak apa-apa, nanti kami perbaiki. Saya dulu juga pernah jadi mahasiswa yang sering demo seperti mereka,” tutupnya.

Sementara itu, para peserta aksi meminta Ganjar menandatangani beberapa tuntutan yang mereka bacakan. Tuntutan itu seperti membatalkan RKUHP, menolak revisi UU KPK, mendesak DPR segera mengesahkan RUU kekerasan seksual dan sejumlah tuntutan lainnya.

Ganjar pun membubuhkan tandatangan di atas kertas tuntutan mahasiswa itu. Setelah itu, ia turun dari podium dan meminta mahasiswa untuk melanjutkan aksi demonstrasi dengan tertib. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: