Seorang Perangkat Desa Diduga Jadi Calo PNS, Kasus Diusut Polisi

BNews–BANTUL– Seorang perangkat atau pamong Desa di Bantul diduga menjadi Calo PNS. Akibatnya korban menelan kerugian ratusan juta rupiah.

Kasus tersebut tengah didalami oleh pihak Polsek Pundong Bantul Jogja. Diduga pelaku adalah seorang  Pamong desa yang menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat.

Pelaku diduga menjanjikan dapat meloloskan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sejauh ini sudah tiga orang korban yang sudah melapor polisi. Ketiganya adalah Mariyem,  warga Kecamatan Sanden,  dan dua warga asal Kecamatan Kretek,  Mujiyono dan Yanu Prasetyo.

“Total semuanya ada yang menyetor Rp185 juta, ada Rp206 juta bahkan ada yang mencapai Rp250 juta,” kata Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo, dikutip harjo (20/7).

Heru mengatakan ketiga korban menyetorkan uang itu dilakukan secara bertahap sejak 2017-2018.  Namun baru melapor ke Polsek pada pertengahan Juni lalu setelah tidak ada iktikad baik dari pamong desa tersebut.  

“Mereka merasa tertipu oleh terlapor karena apa yang dijanjikan terlapor tidak terealisasi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan awalnya terlapor menjanjikan dapat meloloskan CPNS di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) saat pembukaan CPNS pada 2017-2018 lalu. Terlapor bahkan meyakinkan korban dirinya memiliki akses di Kemenkumham atas nama Romo Sunu.

Iming-iming terlapor tersebut menggiurkan korban sehingga korban meminta bantuan terlapor. Namun terlapor meminta syarat agar korban menyetorkan uang masing-masing Rp200 juta dengan dalih untuk Romo Sunu. Korban menyanggupi dan menyetorkan uang tanda jadi sebesar Rp20-30 juta.

DOWNLOAD MUSIK KESUKAANMU (KLIK DISINI)

Namun saat pengumuman CPNS, nama anak dari tiga korban itu tidak muncul dalam daftar nama-nama yang lolos CPNS. Terlapor malah minta korban kembali menyetorkan uang dan menjanjikan bahwa anak korban akan dimasukkan dalam CPNS periode berikutnya.

Bahkan untuk meyakinkan, terlapor membawa orang yang disebutnya Rmo Sunu ke rumah korban, “Terlapor juga menjanjkan bahwa SK CPNS segera keluar,” papar Heru.

Akan tetapi setelah korban menunggu sampai 2020, janji terlapor tidak kunjung terealisasi sehingga melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Heru mengaku sudah mengantongi identitas terlapor dan segera memanggilnya untuk diperiksa. Pihaknya sudah memintai keterangan korban dan sejumlah saksi yang mengetahui kasus tersebut.

Sementara Kepala Desa Srihardono, Awaludin, mengatakan kasus yang membelit pamong desanya tersebut tidak ada kaitannya dengan jabatannya sebagai Kasi Kesejahteraan Rakyat.

Menurut dia, kasus itu murni kasus pribadi yang dilakukan di luar kantor sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan. Bahkan dirinya juga baru mengetahui setelah ada korban yang mengadu.

Sepengetahuan Awaludin, kasus tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan oleh ST.

“Itu proses kekeluargaan. Beliau masih menyelesaikan, katanya Agustus akan diselesaikan,” kata Awaludin. Karena itu sampai Senin kemarin, ST masih bertugas di Desa Srihardono. (*/Ahg)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: