Pasca Erupsi Merapi 2010, Banjir Lahar Dingin Melanda Magelang

BNews—MAGELANG—Peristiwa-peristiwa sejarah terjadi sepanjang tanggal 26 Oktober, salah satunya peristiwa meletusnya Gunung Merapi pada 2010 silam yang menewasakan ratusan orang termasuk juru kuncinya, Mbah Maridjan. Material vulkanik mencapai ratusan juta meter kubik, hal itu mengakibatkan banjir lahar dingin terjadi dalam waktu lama. 

Peristiwa letusan Merapi 2010 merupakan letusan yang lebih besar dibandingkan letusan pada tahun 1872. Salah satu indikator untuk menentukan besar indeks letusan adalah dari jumlah material vulkanik yang dilontarkan.

Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogya, letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 telah mengeluarkan 150 juta meter kubik material. Sedangkan letusan pada tahun 1872 hanya mencapai 100 juta meter kubik.

Material vulkanik yang dilontarkan tersebut berupa abu, pasir, kerikil dan batu yang menjadi sumber bencana banjir lahar dingin. Letusan dengan cara meledak (explosive) yang menghasilkan bahan-bahan padat seperti bongkahan batu, pasir, debu dan abu jika disertai dengan hujan lebat terus menerus, maka akan terjadi aliran lahar yang mengalir secara cepat.

Lahar tersebut yang dinamakan lahar dingin, dimana material yang dibawa aliran tersebut merupakan percampuran antara material piroklastik dengan air.

Dari 150 juta material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Merapi pada tahun 2010, sekitar 50 juta meter kubik berada di Kabupaten Magelang.  Hal ini menjadikan Magelang merupakan wilayah yang paling banyak menerima kiriman banjir lahar dingin.

Jangkauan terjauh material vulkanik yang terbawa lahar dingin terjadi di dua sungai yaitu Kali Putih dan Kali Pabelan. Jangkauan material halus di kedua sungai itu mencapai jarak 40-50 kilometer.

Loading...

Bahkan, luapan lahar dingin di Kali Putih hingga berada di atas Jembatan Gempol, Dusun Gulon, Kecaman Salam, Magelang. Dan luapan aliran di Kali Pabelan juga mencapai atas Jembatan Muntilan. Akibatnya Jalan Raya Muntilan-Yogyakarta kala itu ditutup dan dialihkan ke jalan yang lebih aman.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sedangkan, jangkauan terjauh material kasar yang terbawa lahar dingin di Kabupaten Sleman mencapai daerah pertemuan antara Kali Gendol dengan Kali Opak. Sedangkan material halus mencapai daerah sekitar Candi Prambanan.

Lahar memiliki sifat daya rusak yang tinggi karena mengangkut batu-batu besar yang ada di sungai, sehingga merusakan bangunan penahan lahar, daerah permukiman dan lahan pertanian. Kawasan pertanian yang tertutup endapan material lahar beberapa lama, tidak dapat berfunsi sebagai lahan pertanian.

Banjir lahar dingin yang terjadi pasca erupsi Merapi (26/10/2010) tersebut mengakibatkan banyak kerusakan yaitu menenggelamkan 19 kampung, memutus 11 jembatan, mengancurkan lima dam atau bendungan penahan banjir. Selain itu lahan pertanian juga terkena endapan merapi yang berakibat persawahan tidak bisa berfungsi sebagai lahan pertanian.

Material pasir dan batu yang terbawa dalam aliran lahar dingin kala itu dalam setiap banjir berkisar 6 ribu hingga 8000 meter kubik atau sama dengan muatan 1.500 truk. BPPTK menyebutkan jika material vulkanik letusan Merapi tahun 2010 tersebut membutuhkan waktu tiga musim hujan atau setara dengan tiga tahun untuk “menghabiskan” material erupsinya. (magang/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: