Pasien Covid di Sleman Melonjak Tajam Dinkes Tetapkan Kebijakan Baru

BNews–SLEMAN– Tambahan jumlah kasus pasien positif covid-19 di Kabupaten Sleman semakin mengkawatirkan. Dilaporkan Pemkab Sleman terdapat tambahan 28 kasus pada akhir Bulan Juli 2020.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengeluarkan kebijakan baru terkait terjadinya lonjakan pasien positif covid-19. Hal tersebut dinilai sudah sangat mengkawatirkan.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo tidak bisa menutupi kekagetannya dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di Sleman. Dia mengatakan lonjakan kasus tersebut menunjukkan realitas di mana virus Covid-19 sudah berada di mana-mana.

“Memang mencengangkan tambahan kasus positif hari ini. Sebagian besar tracing kasus positif di Moyudan, Seyegan, Gamping, Depok dan Ngaglik,” kata Joko dikutip Harjo (31/7/2020).

Dia meminta agar masyarakat mulai saat ini harus terbiasa dengan lonjakan kasus Covid-19 yang ditemukan. Hal itu dikarenakan temuan kasus baru merupakan konsekuensi dari gencarnya kegiatan tracing maupun skrining yang dilakukan Dinkes.

“Iya, ini konsekuensi dari tracing dan skrining yang kami lakukan,” imbuh Joko.

Meskipun begitu, Joko tetap mengaku khawatir dengan lonjakan kasus baru Covid-19. Oleh karenanya, Dinkes saat ini melakukan penguatan kebijakan di rumah sakit agar siap menampung lonjakan pasien Covid-19.

Loading...

“Sudah sangat mengkhawatirkan sehingga per 1 Agustus kami berlakukan ketentuan di pedoman Kemkes revisi 5 (KMK no 413), antara lain kasus positif asimtomatis dan gejala ringan tidak harus dirawat di rumah sakit,”ungkapnya.

Kebijakan tersebut diambil agar rumah sakit rujukan mampu menangani secara optimal pasien-pasien baru Covid-19. Pasien gejala ringan, kata Joko, cukup melakukan isolasi mandiri.

“Ini salah satu cara yang kami lakukan untuk penguatan di rumah sakit,” tegasnya.

Dijelaskan Joko, potensi penambahan kasus Covid-19 baru di Sleman masih bisa terjadi. Hal itu menjadi konsekuensi dari pelonggaran aturan di wilayah PSBB.

Dia menyontohkan kasus-kasus yang muncul di Sleman lebih banyak terjadi dari pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT). (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: