Kronologi dan Motif 4 Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Balita Di Demak
- calendar_month Kam, 23 Des 2021

Empat pelaku penculikan dan pembunuhan balita di Demak
BNews–DEMAK– Kejadian sadis pembunuhan seorang balita berusia 2 tahun 9 bulan di Demak terungkap. Dimana pelaku sebenarnya tidak mengincar balita tersebut.
“Aslinya itu nggak nganu (mengincar) anak, yang ku incar itu Faridnya (Farid Efendi, ayah korban). Soalnya dia itu sukanya bikin masalah; kalau ngomong itu nggak sesuai, mengada-ada,” ujar salah satu pelaku Saerofi alias Doyok, 30, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Demak, Kamis (23/12/2021).
Sementara itu, polisi mengatakan aksi keji tersebut dilakukan oleh 4 orang. Keempat pelaku yang ditangkap yakni Mokamad Saerofi alias Doyok, 30, Muhammad Khoirul Anwar , 24; Muhammad Rifqy Rosadi ; 24, dan Muhammad Nasirun, 32. Keempat pelaku yang merupakan warga Desa Purworejo dan Desa Morodemak, Kecamatan Bonang itu masing-masing ditangkap di Ngaliyan Semarang dan Kaliwungu Kendal.
“Kalau masalah anak itu saya tidak merasa, cuma berhubung dia teriak-teriak itu lalu takut; panik, namanya orang kan panik,” sambung Saerofi yang duduk di kursi roda itu.
Ia mengaku yang paling membuatnya emosi terhadap Farid lantaran ia mencurigainya akan melapor kepada polisi terkait usaha yang ia sembunyikan. Ia mengaku telah menjalankan bisnis uang palsu.
“Yang bikin aku emosi itu waktu dia keluar sama anaknya itu mendatangi polisi. Curiganya di situ,” kata Saerofi.
“UP (uang palsu atau upal),” jawab Saerofi terkait alasannya takut melihat rekan bisnisnya menghampiri polisi.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan para pelaku membunuh korban lantaran takut.
“Jadi mereka takut, pada saat mereka melakukan aksinya, melakukan pengeroyokan kepada bapak daripada anak tersebut, anak ini melihat. Jadi mereka punya pikiran ini bisa menjadi saksi, akhirnya mereka takut dan dibawa,” kata Budi di kesempatan yang sama.
Budi menjelaskan semula para pelaku melakukan pengeroyokan kepada ayah korban. Para pelaku mengira bahwa korban memiliki ilmu hitam yang menyebabkan keluarga dan pelaku merasakan sakit.
“Jadi motifnya adalah, dari pelaku ini. Empat pelaku ini, ia sakit hati karena semenjak dua minggu satu keluarga ini datang ke Demak, dan dimasukkan ke kontrakan milik Nasirun dan kawan-kawan ini. Keluarga termasuk pelaku ini sakit,” sambungnya.
“Badannya sakit, ada yang sesak. Jadi mereka mengira satu keluarga ini adalah memiliki ilmu hitam. Jadi merasa sakit hati karena dia sudah memberikan kontrakan untuk menginap, selanjutnya juga diajak jalan-jalan untuk berziarah, kok malah keluarga daripada pelaku ini disakiti dengan menggunakan ilmu hitam,” sambung Budi.
Selain itu Budi menuturkan motif lain pelaku melakukan aksinya lantaran curiga korban akan melaporkan tindakan pelaku terkait uang palsu. Kendati demikian, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut.
“Kemungkinan bisa seperti itu, karena saudara Farid ini sebelum kejadian pengeroyokan, itu pernah ngobrol dengan polisi. Polisi yang sedang ada di dekat kontrakan tersebut. Kemungkinan para pelaku ini mengira bahwa saudara Farid ini ya, dia akan melaporkan terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku,” terang Budi.
“Ya ini masih kita dalami nanti, setelah mungkin nanti ini kita bisa tahu apakah mereka ini benar melakukan kegiatan untuk memproduksi upal, dan seberapa banyaknya nanti setelah kita melakukan pendalaman,” imbuhnya.
“Para pelaku menganiaya korban menggunakan balok kayu hingga tidak sadarkan diri. Takut kejadian itu diketahui istri dan anaknya, kemudian para pelaku membawa istri dan anaknya kabur membawa mobil yang sudah disiapkan,” terang Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono di Mapolres Demak kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).
Ibu korban Titin, berhasil melarikan diri, sedangkan korban balita dibawa kabur para pelaku menggunakan mobil ke arah Kecamatan Guntur. Karena menangis histeris korban balita akhirnya dibunuh para pelaku. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar