Patuhi Instruksi Ganjar, Begini Suasana ’Jaga Jarak’ di Pasar Demak

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masif melakukan sosialisasi penerapan physical distancing atau jaga jarak fisik antarpedagang di pasar. Ganjar juga telah meminta seluruh bupati dan walikota di Jateng untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Pasar tradisional yang telah melakukan physical distancing antarpedang adalah Pasar Salatiga. Dan terbaru, Pasar Bintoro Demak telah meniru kebijakan tersebut.

Di Pasar Bintoro Demak, pemberlakuan jaga jarak fisik berjalan sejak dua hari ini. Para pedagang yang biasa menempati tepian jalan sepanjang pasar bergeser ke tengah jalan.

Mereka menempati blok di dalam garis kotak bercat warna kuning. Masing-masing kotak ukurannya sekitar 2 meter x 2 meter. Tercatat ada sekitar 110 kotak yang berada di sepanjang jalan depan gedung pasar yang terletak di Jalan Sultah Patah Demak.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro Demak Abdul Fatah, penataan pedagang dengan menjaga jarak ini berdasarkan imbauan dari pemerintah daerah. Sebelumnya, para pedagang berjualan dengan cara saling berhimpitan satu sama lain.

DPD PKS Magelang Ramadhan

”Tujuannya untuk mengurangi penyebaran covid-19,” kata Fatah, Kamis pagi (30/4) pagi.

Selama penerapan physical distancing, pemerintah daerah memanfaatkan badan jalan raya tersebut untuk dipakai para pedagang sehingga mereka tidak berdagang dengan berhimpitan. Dengan menempati garis kotak yang juga diberi nomor, jarak pedagang satu dengan lain sekitar 1,5 meter hingga 2 meter.

Kebijakan pemerintah itu berdampak positif dalam bentuk pengurangan kerumunan. ”Pedagang bisa menempati jalan raya dari jam 00.00-06.00 WIB,” jelasnya.

Baca juga: Marak Pencurian-Pembegalan saat Covid-19, Ganjar: Kalau Melawan Dor Saja

Pembatasan jam beroperasi para pedagang bertujuan agar pengendara bisa kembali melintas di jalan raya tersebut. Bila stok dagangannya masih, pihaknya mempersilakan pedagang berpindah ke lapak yang berada di bagian dalam gedung pasar di lantai dua.

Dari pantauannya dalam dua hari terakhir, Fatah tidak menjumpai adanya aktivitas pedagang dan pembeli yang saling berdekatan saat transaksi. ”Tidak ada lagi uyek-uyekan di situ lah, istilahnya,” terang dia.

Mewakili pedagang, Fatah menyampaikan bila pihaknya sangat setuju dengan kebijakan pemberlakukan jaga jarak untuk pedagang pasar. Bagi dia, langkah tersebut bisa menjadi upaya pencegah penyebaran virus corona.

Bahkan paguyuban tak bosan mengigatkan pedagang dan pembeli untuk mengenakan masker.  ”Ada imbauan dari Pak Gubernur, mulai tanggal 27 (April) kemarin, itu harus diwajibkan dengan membawa masker,” ucapnya.

Dengan demikian, jika pihaknya menjumpai ada pedagang atau pembeli tidak mengenakan masker, maka akan diminta kembali ke rumah untuk membawa masker. ”Karena itu sudah menjadi peraturan dan jadi kewajiban dari pedagang atau wakil pedagang,” tegasnya.

Seorang pedagang yang berjualan di jalan, Sumarmi, 60, mengaku berdagang di jalan raya tidak membuatnya kehilangan pelanggan. ”Inggih, laris. Alhamdulilah laris,” kata pedagang bawang merah dan cabai.

Aktivitas pasar di jalan raya itu berlangsung hanya sampai pukul 06.00 WIB. Setelah itu, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja meminta pedagang untuk berpindah. Mengingat jalan raya harus kembali dilintasi. Baik dari arah Kudus maupun dari arah Semarang.

Diketahui, Pasar Bintoro Demak adalah pasar pagi yang mayoritasnya diisi oleh pedagang yang berjualan sayuran, ikan, buah, hingga aneka kebutuhan sembako dan lainnya. Pasar tradisional ini selalu ramai, mulai dini hari sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.(lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: