Sambut HUT ke-81 RI, GPIB Beth-El Magelang Bersama Umat Lintas Agama Gelar Aksi Bersih Kota
- calendar_month 47 menit yang lalu

Umat GPIB Beth-El Magelang bersama umat lintas agama menggelar aksi resik-resik kutha di kawasan Alun-alun Kota Magelang hingga sepanjang kawasan Pecinan, Sabtu (15/8/2026). (Foto: ist)
BNews–MAGELANG– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang menggelar aksi resik-resik kutha (bersih-bersih kota) di kawasan Alun-alun Kota Magelang hingga sepanjang kawasan Pecinan, Sabtu (15/8/2026).
Aksi sosial ini turut melibatkan partisipasi aktif umat Hindu dan Islam.
Ketua II Pengurus Harian Jemaat Majelis GPIB Beth-El Magelang, Penatua Reno Ranuh, menjelaskan bahwa selain memperingati hari kemerdekaan, gerakan ini digelar untuk mendukung program kebersihan lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.
“Kota Magelang sudah terlihat bersih dan menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan kebersihan tersebut,” ujar Reno di sela-sela kegiatan.
Reno menambahkan, keterlibatan umat lintas agama menjadi wujud nyata keberagaman di Kota Magelang. Terlebih, lokasi GPIB Beth-El berdampingan langsung dengan Pura Jagat Natha yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
“Keberadaan pura di samping gereja semakin memperkuat identitas kawasan Alun-alun sebagai cermin Bhinneka Tunggal Ika. Ini menjadi contoh nyata Kota Magelang sebagai teladan toleransi di Indonesia,” tambahnya.
Aksi lingkungan ini juga bertepatan dengan Bulan Gereja, Masyarakat, dan Agama (Germasa) yang diperingati setiap bulan Agustus. Melalui agenda Germasa, jemaat berupaya mempererat relasi sosial dan menjaga keasrian lingkungan hidup melalui aksi nyata.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Magelang, Gde Mahardika menilai inisiatif gotong royong ini membuktikan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kota Magelang tidak sekadar wacana teoritis.
“Yang paling pokok adalah guyubnya kita, bersihnya lingkungan kita, dan kerukunan antarumat beragama yang terus dirawat. Bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar